Bukan hanya Lita yang merasa gugup, Devan sendiri juga begitu sebab tadi dia benar-benar reflek saat mencium bibir Lita. Akan tetapi dia mencoba bersikap cool dan santai. Untung saja pelayan Lita yang membeli obat sudah datang, jika tidak suasana akan canggung. "Apa ini benar, Tuan?" tanya Pelayan tersebut menyerahkan obatnya. Devan menerima, setelah dicek dia tersenyum puas. "Iya, benar sekali. Kembaliannya untukmu ya. Terima kasih," jawab Devan. "Sama-sama," jawab pelayan tersebut senang kemudian berpamitan pergi. "Ini apa?" tanya Lita penasaran. "Obat, ayo makan dulu setelah itu minum obat. Dan yang ini adalah salep, kamu pakai kalau luka kamu sudah sembuh dan kering. Kata dokter sih untuk menghilangkan bekas luka," jawab Devan. "Oh," jawab Lita tersipu malu dan hatinya berbunga

