Pertemuan Tak Disengaja

1041 Kata

Alta meletakkan gelas kristal yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja. Langkah kakinya yang berwibawa perlahan mendekati Ayana yang masih mematung, tercengang di tempatnya berdiri. Tatapan Alta tajam, mencoba menerka apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh istrinya itu. "Apa dia menyakitimu?" tanya Alta penuh kecurigaan. Gelagat aneh Ayana membuatnya begitu khawatir. Ayana terdiam. Telinganya seolah mendadak tuli akan pertanyaan yang Alta berikan. Jantungnya berdegup sangat kencang. Tidak mungkin dia. Pasti aku salah lihat. Tidak mungkin pria ini adalah pahlawan kecilku yang dulu menyelamatkanku, batin Ayana menyangkal sekuat tenaga. Logikanya menolak keras untuk menyatukan sosok remaja lembut dalam ingatannya dengan sosok mafia dingin yang kini berdiri di hadapannya. Ayana baru t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN