Di atas altar yang beberapa menit lalu hampir menjadi saksi bisu kehancuran hidup Ayana, kini suasananya berubah drastis. Altarez Atmaja, sang penguasa kota, tampak berdiri dengan penuh perhatian di hadapan Ayana. Tanpa memedulikan tatapan tak percaya dari banyaknya pasang mata, Alta mulai memasangkan beberapa perhiasan mewah yang telah ia siapkan khusus untuk hari ini. Kilauan berlian dan emas murni melingkar di leher dan pergelangan tangan Ayana, seolah ingin mengikat gadis itu dengan kekayaan. Di depan semua orang, Alta tidak ragu sedikit pun untuk memamerkan sisi bucin yang selama ini tersembunyi di balik auranya yang dingin. "Bos..." bisik Ayana lirih, suaranya bergetar nyaris tak terdengar. Alta tidak menyahut. Ia sedang sibuk mengunci pengait kalung di leher jenjang Ayana. "Bos,

