Kaburnya Ayana

1008 Kata

"Tekanan darah Nona Ayana sangat rendah. Terlebih adanya hantaman benda tumpul pada leher yang memperburuk kondisinya. Saat ini yang diperlukan hanya istirahat yang cukup dan saya sudah memberikan resep obat, diantaranya suplemen penambah darah," jelas seorang dokter pribadi keluarga Atmaja dengan jelas dan penuh kehati-hatian. Pria paruh baya itu baru saja menyelesaikan pemeriksaan menyeluruh. Ayana sudah sadar sepenuhnya sejak beberapa menit lalu. Ia kini duduk bersandar di kepala ranjang, namun tatapannya kosong. Kepalanya masih lumayan pusing yang membuatnya enggan untuk bersuara. Di sisi ranjang, Altarez Atmaja duduk menemani. Matanya tidak pernah sedetik pun lepas dari wajah Ayana. "Baiklah, Anda boleh pergi," ucap Alta dingin. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah dokter tersebut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN