“ halah, itu alasan dia saja. Setelah kuliah dia semakin parah. Kamu lihat saja sendiri kalau di kantor kan ?. cowok – cowok kantor dekati dia itu karena hanya manfaakan Tania saja.aku sebenarnya kasihan lihatnya, tapi mau gimana lagi. Dia juga tidak mau di kasih tahu sih. “ kata Zalia
“ aku juga bingung, Za. Makanya aku ajak dia kumpul, semoga saja mau ya. “ kata Ola
“ semoga saja, lagian kasihan kakaknya juga. Lihat Dian seperti itu, mungkin sudah lelah makanya di biarkan. “ kata Zalia
“ apa kalau jam istirahat kita makan bersama aja di kantin gimana ? “ kata Ola
“ ya enggak apa – apa sih, coba saja lihat besok. “ kata Zalia
Setelah lelah aktivitas seharian dan berbicara dengan sahabatnya. Ola merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan sudah segar dan bersih. Saat Ola mulai memejamkan matanya, tiba – tiba dia teringat kejadian sekilas di mall.
“ siapa pria itu, sampai bodyguarynya ketakutan begitu ?, apakah dia orang penting di kota ini ? “ gumam Ola dalam pikirannya
“ ah tidak penting juga, lebih baik aku tidur. Besok masih ada hal yang pelu di kerjakan. “ kata Ola pada dirinya sendiri kemudian dia mengambil nafas pelan lalu memejamkan mata hingga tertidur.
“ kenapa kamu tidak mau menerima uang dari saya ? “ Tanya Baatian pada Ola
“ aku tidak perlu uang itu, kenapa kamu begitu memaksa ku ? “ kata Ola
“ itu perintah ku, kamu hars menerima uangnya ! “ kata Bastian memaksa
“ tidak ! aku tidak mau terima. Aku bukan bawahan mu, jangan memerintah ku ! “ kata Ola
“ okey, kalau begitu kamu akan terima hukumannya. “ kata Bastian
“ hukuman ? heg. . .enak saja main hukum aku. “ kata Ola
“ crup . . . “ Bastian mencium bibir Ola
“ hah . . . ! “ sura Ola terbangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya
“ astaga, aku bermimpi. Huh . . . untung hanya mimpi. Kenapa pria itu ada dalam mimpi ku “ gumam Ola
Sejenak dia dengan mengusap wajahnya pelan lalu melihat jam dinding, jam sudah menunjukkan pukul lima pagi.
“ baru saja memejamkan mata, cepat sekali sudah pagi. Hokey . . . semangat Ola ! “ kata Ola pada dirinya sendiri
Ola turun dari kasur dan membersihkan rumah setelah itu Dia mandi untuk bersiap – siap ke kantor dengan baju baru yang di beli kemarin malam. Ola memutar music di pagi hari untuk membangkitkan semangatnya. Hingga terdengar sampai kamar mandi, di dalam kamar mandi Dia bernyanyi dengan suara merdunya.
Setelah lima belas menit di dalam kamar mandi sekalian bersih – bersih kamar mandi, akhirnya Ola keluar dengan wajah segar dan rambut basah.
Dia mengeringkan rambutnya dengan handuk kemudian dengan hair dryer, sambil bernyanyi dan menari, seolah dunia miliknya sendiri.
“ jangan terlalu kering – kering amat ah “ katanya, kemudian dia mengambil skincarenya. Ola tidak suka dandan menor, dia juga hanya memakai lipbalm untuk menyegarkan bibirnya. Dan sedikit bedak tipis.
“ pagi yang cerah ini semoga di kantor juga cerah “ katanya di atas motor sambil memanasi motor.
“ permisi Mbak “ panggil seorang ibu pada Ola
“ eh siapa itu ? “ kata Ola di ataa motoe kemudian dan menganggukan kepala
“ pagi buk “ sapa Ola
“ Pagi mbak, mbak saya ibu RT di sini. Saya ingin memberikan surat ini, maaf baru kasih sekarang. Soalnya setiap saya ke sini, mbak Ola sudah berangkat kerja. “ kata Bu RT dengan nama Bu Ayu
“ oh iya bu, terima kasih banyak bu nanti saya sampaikan ibu Puspa “ kata Ola dengan raut wajah kalem sedikit betanya
“ Ayu, biasanya warga memanggil saya bu Ayu. “ kata Bu Rt
“ oh iya Bu Ayu terima kasih banyak. Kok bisa pas ya dengan nama suami ibu, Bu Ayu dan Pak Bayu. “ canda Garing Ola
“ he . . . he . . . iya, sudah jodoh. Nak Ola cepat cari suami, biar tidak sendirian terus. Jadi kalau pagi ada yang bantuin panasin motor “ canda Bu RT
“ he . . . he . . . iya Bu, ini juga baru cari. Siapa tahu ada dsikon.” Kata Ola tertawa
“ astaga, kok diskon sih “ tawa Bu Rt
“ baiklah kalau begitu saya harus pamit. Mbak Ola juga mau berangkat kerja kan ?” kata Bu Rt
“ Iya bu, terima kasih banyak ya Bu.” Kata Ola
“ sama – sama, Nak “ kata Bu RT
Kemudian Ola kembali menaikki motornya, lalu kembali keluar menutup pagar rumahnya.
Dengan santai dia mengemudi karena masih pagi dan jam masuk kantor juga masih dua puluh menit. Berhentilah dia di lampu merah menunggu lampu hijau, saat menunggu. Ada seorang anak kecil menghampirinya meminta uang.
Ola membuka setengah kaca helmnya dan memberikan sedikit uang untuk anak itu. namun sebelum uang itu ia berikan, Ola berbincang sedikit dengan anak itu.
Tak di sadari mobil di sebelah menatap perlakuan Ola pada anak jalanan itu. Pria itu membuka sedikit jendelanya agar terlihat wajah Ola. Pria itu adalah Bastian
“ aku seperti tidak asing dengan wajah itu ? “ kata Bastian dalam hati
“ jaga baik – baik uangnya, buat makan ya. Jangan buat aneh – aneh “ kata Ola pada anak itu
“ terima kasih mbak. Semoga di beri rejeki dan jodoh yang baik. “ kata anak itu lalu pergi
“ Amin. “ kata Ola sambil menutup kaca helmnya
Lampu hijau sudah menyala, Ola segera memutr gas. Mobil yang berada di sampingnya saat lampu merah tadi milik Bastian pun menyalipnya.
Sampaiah Ola di kantor dengan suasana masih sepi karena masih pukul setengah delapan lebih sepuluh menit. Seperti biasa dia melettakan tasnya di meja dan duduk di kursinya dengan tenang sebentar untuk berdoa pada sang maha kuasa sebelum beraktivitas kantornya.
“ pagi Ola “ sapa Pak Abimanyu atasannya
“ pagi pak “ jawab Ola dengan senyum
“ kamu memang pekerja keras, displin waktu. “ kata Pak Abimanyu
“ terima kasih pak, “ kata Ola dengan membungkukan badannya
“ oh ya, saya akan meeting dengan client. Saya sepertinya membutuh kan mu untuk mendampingi ku. “ kata Pak Abimnayu
“ waduh saya merasa sangat terhormat bisa mendampingi bapak meeting dengan client special. “ kata Ola
“ nanti aku akan beri kabar, karena aku juga masih nego dengan asistennya. susah sekali bertemu dengan satu orang ini. ” Kata Pak Abimanyu
“ baik Pak, semoga saya tidak mengecewakan bapak. “ kata Ola
“ saya yakin tidak. baiklah kalau begitu selamat bekerja. Oh ya kalau nanti aku enggak bisa hadir. Akan ada yang menggantikan ku “ kata Pak Abimanyu tersenyum kemudian pergi meninggalkan Ola dan masuk ke ruangannya
Pak Abimanyu baru saja pergi, Olakembali fokus dengan aktivitasnya. Zalia datang.
“ BlFi ! “ panggil Zalia
“ astaga, Zalia ?. buat kaget saja “ kata Ola terkejut
“ sedang melamun ya kok kaget ? “ kata Zali dengan senyuman curiga
“ ini sedang fokus buka laptop, merapikan berkas. Lagian panggil pelan kan bisa. Pagi Ola cantik “ kata Ola dengan memperagakan gerakan
“ ha . . . ha . . . maaf Ola cantik. Eh to the poin saja lah. Tadi aku lihat Pak Abimanyu ke sini, ada apa ? “ Tanya ALIA pensaran
“ biasa menyapa “ kata OLA
“ masak sih hanya itu saja ? “ kata Zalia
“ kamu ya, mau tahu saja. Iya tadi Pak Abimanyu minta aku buat menemani meeting dengan clienntnya. Tapi belum tahu kapan, karena masih nego dengan Cliennya. “ kata Ola
“ oh. . . by the way, siapa cliennya ? “ Tanya Zalia
“ belum tahu Za. “ kata Ola
“ eh Za, itu Tania datang dengan siapa ?” Tanya Ola yang sekilas melihat Dian berjalan dengan seorang pria
“ sepertinya itu pegawai baru kan ? “ kata Zalia
“ pegawai baru ?, tapi aku belum pernah melihatnya dan belum pernah menginterview dia “ kata Ola
“ serius ?, kamu lupa kali. “ kata Zalia
“ daya ingat ku masih bagus, mbak Zalia “ kata Ola dengan sedikit penekanan canda
“ ha . . . ha . . . iya deh. Baiklah aku akan pergi, kalau di sini terus. Bisa – bisa pesan kopi lalu merumpi.” Canda Zalia kemudian pergi dengan membawa berkas di tangannya
Setelah Zalia pergi, Ola meminta office boy emanggil anak baru yang bersama Tania
“ Mang, tolong panggilkan anak baru yang tadi jalan dengan Mbak Tania ya. Tahu kan ? “ Tanya Ola dengan ramah
“ iya mbak, saya tahu. Sebentar ya Mbak saya panggilkan. “ kata Tomang Office Boy di sana
“ Mas Saka, di panggil Bu Ola “ panggil Tomang pada anak Baru. Tomang memang memanggil Ola dengan sebutan Mbak atas permintaan Ola.namun saat berbicara dengan staff lain Tomang sendiri tetap memanggilnya sebutan bu.
“ Bu Ola ? “ Tanya saka degan ekspresi bingung
“ iya Bu Ola, di tunggu di ruangannya. “ kata Tomang. Saat Tomang akan pergi Saka memangilnya kembali.
“ ehhh . . . Mang, di mana ruangan Bu Ola ? “ Tanya Saka
“ lho Mas Saka belum tahu ya, maaf kalau begitu. Mari saya tunjukkan. “ kata Tomang dengan sopan. Dan Saka mengikuti langkah Tomang menuju ruangan Ola
“ tok . . tok . . . permisi “ Tomang mengetuk pintu dan membukanya pelan
“ iya Mang ? “ jawab Ola
“ ini Mas Saka Bu. “ kata Tomang
“ oh iy, suruh masuk. Teima kasih ya Mang “ kata Ola dengan senyum ramah. Kemudian Saka masuk setelah Tomang keluar.
“ selamat pagi Bu “ sapa Saka sopan
“ pagi, e . . maaf tadi nama kamu siapa ? “ Tanya Ola
“ nama saya Saka, Bu “ jawab Saka
“ baiklah, Saka. Pasti kamu bingung ya kamu saya panggil ke sini ?. perkenalkan saya Olafia Davina, HRD di sini. “ kata Ola dengan ramah memperkenalkan diri