Bab 4

1719 Kata
Saka mengangguk pelan dengan sedikit tercenggang mendengar kata HRD saat Ola mengucapkannya. Beberapa detik terdiam bingung. Ola bisa membaca kebingungan dan ketakutan Saka. “ pastinya sekarang kamu sudah tahu, saya memanggil mu ke sini. “ kata Olafia “ I . . . iya Bu, saya Saka pegawai baru di sini. Di bagian Marketing. “ kata Saka memperkenalkan diri dengan gugup tanpa di minta “ terima kasih untuk perkenalan mu, saya sangat menghargainya. Saka, saya akan bisa mengajukan beberapa pertanyaan ke kamu, pertanyaan simple saja kok. Kamu tidak perlu tegang dan takut begitu. Di sini bukan ruang sidang. “ kata Ola dengan canda namun aura tegasnya membuat ruangan terasa tegang. “ baik Bu “ jawab Saka “ oke, pertama saya akan bertanya mengenai CV kamu. Kamu bisa jelaskan tentang CV kamu. “ kata Ola “ saya S1 lulus jurusan teknik informatika di Universitas Diponegoro Semarang, pengalaman kerja saya sebelumnya sebagai IT di perusahaan mebel. “ jawab Saka “ baik, lalu apa alasaan keluar dari perusahaan sebelumnya ? “ Tanya Ola “ saya keluar dari perusahaan sebelumnya karena saya mendapat tawaran yang lebih baik di sini. “ jawab Saka “ dari mana kamu tahu di sini jauh lebih baik dari perusahaan sebelumnya ? “ Tanya Ola tegas “ dari teman, kebetulan dia juga bekerja di sini. “ jawab Saka “ kalau boleh tahu siapa nama teman kamu ? “ Tanya Ola “ Tania, Bu “ jawab Saka “ oo . . Tania, okey. Satu lagi yang ingin saya tanyakan. Saat melamar kerja di sini, CV kamu berikan pada siapa ? “ Tanya Ola “ saya berikan Tania, Bu “ jawab Saka “ lalu kamu sudah melalui test dan interview dari perusahaan kami ?” Tanya Ola “ sudah Bu, saya interview dengan Tania. Katanya dia asisten HRD dan teman dekat, jadi pasti di terima. “ jawab Saka, Ola tekejut dalam hati dengan jawabn Saka. Bisa – bisanya Tania mempergunakan nama dan jabatan orang sembarangan. “ lalu kamu tahu berapa gaji mu, dan siapa pemilik perusahaan ini. Jam kerja mu ? “ Tanya Ola “ untuk gaji, Dian bilang nanti akan di ajukan ke bagian keuangan, jam kerja mengikuti yang lain. Kalau untuk direktur di sini, Dian belum mejelaskan. “ kata Saka “ ok, saya mengerti. Tapi yang saya ingin tanyakan hal penting bagi diri kamu sendiri adalah, saat kamu bekerja apakah surat perjanjian dari perusahaan tidak kamu perlukan ? “ Tanya Ola dengan detail namun pelan dan santai “ perlu Bu. “ jawab Saka “ oke Saka, sekarang saya mengerti kamu belum begitu memahami dunia kerja. Bukan berarti saya menganggap kamu tidak mengerti ya. Saya pribadi sebagai HRD di sini meminta maaf atas ketidakjujuran Tania sebagai staff di sini. Meskipun saya teman dekat Tania, saya juga akan memanggil Tania. Sudah berapa hari kamu masuk kerja di sini ? “ Tanya Ola “ tiga hari, Bu “ jawab Saka “ kamu nyaman dan suka kerja di sini ? “ Tanya Ola “ iya Bu, saya nyaman kerja di sini. Teman kerjanya baik. “ jawab Saka “ motivasi kamu bekrja di sini karena apa ? “ Tanya Ola “ ingin lebih baik lagi dalam bekerja dan mendapatkan gaji yang lebih baik dari sebelumnya “ jawab Saka jujur “ bukan karena Tania ? “ Tanya Ola “ bukan Bu, saya dengan Dian hanya berteman saja. “ jawab Saka “ yakin “ Tanya Ola lagi “ iya Bu saya pastikan. Saya anggap Tania itu sebagai suadara perempuan saya. “ kata Saka “ sudah berapa lama kamu kenal Tania ? “ Tanya Saka “ baru enam bulan ini bu, tapi saya tidak ada rasa suka dengan Tania. Karena saya tidak punya adik perempuan, jadi dia saya anggap saudara perempuan saya. “ kata Saka “ terima kasih kejujuran kamu. Saya di sini bukan tidak memperbolehkan karyawan jatuh cinta. Tapi saya lebih tidak suka ada karyawan bekerja di sini atas dasar jatuh cinta dengan wanita atau pria yang di cintainya. Karena itu akan menganggu pekerjaan dan merugikan perusahaan kalau mereka putus cinta atau sedang ada masalah. Tentunya kamu mengerti dan paham yang saya maksud, kalau kamu jatuh cinta dengan Dian atau karyawan di sini boleh saja. Tapi tetap harus professional dan yang utama saat masuk kerja di perusahaan ini adalah karena benar – benar ingin bekerja. “ kata Olamenjelaskan panjang lebar “ iya Bu, saya mengerti. “ kata Saka “ terima kasih untuk kejujuran kamu, saya akan pertimbangkan lagi dengan pak Abimanyu. Kamu boleh tetap bekerja seperti biasa, untuk surat perjanjiannya akan segera kami buatkan setelah saya menerima CV kamu. “ kata Ola “ baik bu, saya akan memberikan CV saya. Nanti siang tidak apa – apa bu ? “ Tanya Saka “ tidak perlu. CV kamu di bawa Tania kan ? “ tanya Ola “ iya Bu “ jawab Saka “ ok, biar saya saja yang memintanya. Karena saya juga perlu berbicara dengan Tania. “ kata Saka “ terima kasih banyak bu Ola, atas kesempatan yang di berikan pada saya. Dan saya minta maaf sekali atas kesalahan saya pertama masuk di sini dan saya minta maaf kalau saya tidak mengetahui bu Olafia sebagai HRD di sini “ kata Saka sangat sopan “ sama – sama. Sekarang kamu boleh kembali bekerja, saya minta tolong panggikan Tania ya. “ kata Ola lembut “ baik bu “ jawab Saka sopan kemudian keluar ruangan dan mencari Tania “ Tania ! “ panggil Saka “ eh Saka, ada apa ? “ jawab Tania dengan senyum “ kamu di panggil Bu Olafia tuh, sekalian bawa CV ku ya. “ kata Saka sedikit jengkel namun di tahan “ ada apa aku di panggil ?, dan kenapa harus bawa CV kamu ? “ kata Tania masih merasa tak bersalah dan pura – pura tidak tahu kesalahannya “ mana aku tahu, tadi Bu Ola hanya berpesan seperti itu. Udah sana cepat, nanti keburu maghrib. “ canda Saka “ bisa aja kamu, kamu tuh ya memang bisa buat mood ku jadi happy. “ kata Tania dengan tawa. Kemudian ia mengambil Cv Saka di mejanya dan membawa ke Ola “ pagi Bu Ola ? “ panggil Tania dengan senyum pada Ol saat membuka pintu ruangan Ola “ pagi Ibu Tania, silahkan duduk. “ kata Ola dengan senyum “ ada gerangan apakah kamu memanggil ku, Fi ? “ Tanya tania “ langsung saja ya Tan, saya ingin mendengar penjelasan mu tentang Saka ? “ kata Ola “ maksudnya ?. memangnya Saka kenapa ? “ Tanya Tania dengan ekspresi yang menjengkelkan namun Ola anak yang sabar “ ya saya ingin tahu, bagaimana Saka bisa masuk kerja di sini tanpa melalui HRD dan proses interview. “ kata Ola “ dia sudah aku interview Fi, dan Saka itu orangnya pintar kok. Jadi aku rasa dia juga layak kerja di sini. Aku yakin dia akan menjadi partner kerja ku yang baik, tentunya menguntungkan perusahaan. Itu kan yang kamu mau Fi “ kata Tania “ lalu bagiamana dengan gajinya ?, siapa yang akan menggaji Saka dan siapa yang menjamin Saka kalau ada sidak Dinas tenaga keeja ke sini ? “ Tanya Ola santai namun tegas Tania seketika langsung diam mati kutu mendengar perkataan Ola. Tania mencoba mengalihakan pembicaraannya untuk menutupi rasa kalahnya. Namun Ola tidak ingin menanggapinya. “ Tan, kita memang sahabat. Tapi bukan berarti bisa berlaku seenaknya di perusahaan ini. Aku dan kamu ini juga karyawan. Aku minta tolong hargai aku dan Zalia sebagai teman mu di sini. Kita harus tetap professional, kalau kita sedang berdua begini is ok. Kamu akan panggil aku dengan sebutan apa saja. Tapi kalau di luar sana kamu harus dapat mengharga diri kamu sendiri dan sekeliling kamu. Dengan perbuatan mu menerima Saka tanpa mengikuti aturan perusahaan, itu akan merugikan Saka. Okelah kamu tidak memandang aku di sini sebagai HRD, itu terserah kamu. Tapi aku minta tolong agar kamu jangan berlaku sesuka hati mu dan merugikan orang lain. Sekarang aku Tanya, atas dasar apa kamu masukkan Saka di perusahaan ini selaian dia baik dan pintar ? “ desak Ola dengan tegas “ maksud mu apa Fi ? “ Tanya Tania merasa tertuduh “ jawab saja apa alasan mu membawa Saka ke sini, Tan ? “ kata Ola “ ya karena aku kasihan dan suka dengannya, Fi “ jawab Taniapelan “ itulah Tan, aku selalu bilang berkali – kali sama kamu. Jangan memakai perasaan dan nafsu mu untuk mendapatkan sesuatu. Karena apa yang kamu lakukan untuk Saka, belum tentu dia akan lakukan ke kamu. Apa dengan kamu menerima kerja dia di sini, Saka akan cinta kamu, yakin ? “ kata Ola “ ya enggak juga sih, Fi “ jawab Tania mulai merendah “ itu tahu, pikirkanlah kembali Tan. Kamu tahu kan aku tidak pernah setegas ini ke kamu. Kalau tidak ada penyebabnya. Masih bersyukur kita di terima kerja di sini dengan status masih mahasiswa “ kata Ola sambil menarik nafas pelan “ iya Fi, aku minta maaf banget. “ kata Tania menyesal. Suara handphone Ola berdering “ ya Pak “ jawab Ola sopan “ tolong kamu ke ruangan saya sekarang “ kata Pak Abimnyu Atasan Ola “ ok, baik pak. saya akan segera ke sana “ jawab Ola kemudian Abimanyu menuntup teleponnya “ baikah Tan, aku kira itu saja pembicaraan kita. Cv Saka kamu bawa ? “ tanya Ola lembut “ iya, ini “ kata Tania sambil memberikan CV Saka pada Ola “ ok thanks ya, nanti akan aku lihat. Sekarang aku mau menemui Pak Abimnyu dulu, aku di suruh ke ruangannya. inget ya pesan ku “ kata Ola, kemudian Tania juga ikut keluar ruangan Ola dan kembali bekerja, sedangkan Ola ke ruangan Pak Abimanyu “ permisi Pak “ kata Ola pada Atasanya “ iya masuk Fi “ kata Pak Abimanyu, kemudian Ola masuk dan duduk di hadapan Pak Abimanyu “ begini Fi, aku sudah dapat kabar mengenai pertemuan kita dengan client kita. Yang waktu itu kita bicarakan. Sekretarisnya yang bernama Dafa sudah memberi info ke saya kapan kita akan ketemu dengan atasannya. Dia minta besok pagi kita ke sana. “ kata Pak Abimanyu “ baik Pak, lalu apa yang harus saya persiapkan agar saat presentasi nanti berjalan dengan baik. “ kata Ola “ kamu siapkan produk tebaru kita lalu kamu minta salah satu dari marketing kita untuk ikut juga. Siapa tahu client kita ingin mengetahui detail bagaimana kerja di lapangan produk kita. “ kata Pak Abimanyu “ baik pak, kalau saya pilih Zalia bagaiamana Pak ? “ Tanya Ola
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN