Bahkan setelah setengah jam berlalu dan Yoon menangis sampai seluruh kekuatannya terkuras. Tadashi tidak menunjukkan tanda-tanda akan keluar dari kamar mandi. Saat ini, Yoon mengira dirinya sudah bisa berpikir jernih. Lantas ia bangkit dan mengusap wajah, mendekat ke dapur dan berteriak dari balik konter. "Tadashi, aku ada urusan mendadak. Jadi aku harus pergi!" Ia menyamarkan suaranya yang serak dan bergetar dengan teriakan. Samar-samar Yoon mendengar sahutan Tadashi dari dalam, tapi ia tidak memiliki keinginan untuk mendengarkan. Yoon pergi sambil menangis. Ia tidak bisa menahan air matanya untuk tidak mengalir. Ia mengerti Tadashi, bagaimana pun ia telah mengenalnya begitu lama. Sikap Tadashi yang seperti itu. Dan Tadashi yang belum memberitahunya mengenai ini, adalah karena laki-lak

