"Hei, Gladis!" Klarybel menutup mulut refleks menganga saat melihat kedatangan sahabatnya. Sama sekali tidak ada kabar Gladis akan datang, padahal kemarin mereka sempat video call, tapi Gladis masih di Singapura melakukan pengobatan agar bisa segera berjalan dengan normal. "Gue nggak mimpi kan? Lo udah nggak pakai kursi roda?" Hanya tongkat kaki yang Gladis gunakan untuk melangkah, Klarybel tersenyum lebar penuh bangga. Terharu! "Iya. Gue latihan terus selama di Singapura. Lumayan lelah rasanya, tapi gue nggak akan pernah menyerah. Sedikit lagi, Klary. Gue nggak sabar pengin jalan dengan normal, bisa lari mengejar kupu-kupu di taman." Mengulurkan tangan, memeluk Klarybel. "Gue sengaja nggak bilang mau ke sini, biar lo kaget. Di mana Leon, kok rumah sepi?" Tidak mungkin pria itu bekerja di

