"Cieeee, yang habis dilamar!" Radiv tersenyum najis, mengedip-kedipkan sebelah matanya begitu melihatku masuk ke dalam ruangan. Tidak berbeda dengan Seno yang langsung bersorak, kemudian melempariku dengan potongan-potongan kecil penghapus karet. Aku mendecak sebal. Dasar, Sobat bar-bar! "Ck, tahu dari mana info begitu?" Serempak, telunjuk mereka mengarah pada Rian yang baru saja keluar dari pantry sambil mengaduk teh herbal. Praktis, aku memicing tajam menatapnya. "Gue sama Mas kahfi, kan, sekarang sohib-an!" jawab Rian tanpa ditanya. Menepuk d**a bangga. Kuputar bola mata malas. Sebenarnya, sedikit tidak percaya dengan perkataannya. Kahfi sepertinya bukan orang yang suka koar-koar sana-sini soal hubungan. Ini pasti akal-akalannya saja agar aku terbawa untuk membocorkan semuanya. "N

