|19 Gengsi Bertanya Sesat di Prasangka

1928 Kata

"Gi, Kahfi udah pulang dari Batam atau belum, sih?" Tanya Radiv setelah keluar dari dalam ruangan Rian. "Udah dari seminggu yang lalu," jawabku. "Kenapa?" "Gue mau bicara soal sepatu itu. Ada problem." "Masalah apa?" "Kata supplier-nya, harga bahannya naik lumayan tinggi dan pengiriman ke gudang mungkin agak terlambat dari rencana kita sebelumnya." "Oh, iya, sih. Seno baru aja mengirim detail harganya ke gue," infoku membuka email yang Seno kirim. "Jadi, mau mengundurkan tanggalnya? Memang terlambat banget, ya?" "Ehmm…mungkin sekitar seminggu atau dua minggu. Makannya, kalau dalam waktu itu dia butuh barangnya, kita yang usahakan. Tapi, ya, nggak bisa pas sama deadline." "Lagian, kayaknya mau nggak mau harganya jadi naik sedikit. Harga bahannya naiknya lumayan banyak. Apalagi ini pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN