|16| Bazar : Last Day

2246 Kata

Hari terakhir bazar bertepatan pada hari minggu. Musik band indie menyambutku saat memasuki aula. Karena kantor libur, kuputuskan untuk mampir ke hall dan menghabiskan waktu seharian untuk jalan-jalan. Kalau khilaf mungkin beli satu atau dua barang. Selebihnya tidak cukup. Hartaku tidak sebanyak Nurma yang tidak akan habis sampai tujuh turunan. Aku sengaja datang lebih siang. Rencananya, setelah bazar dilaksanakan, Rian mengajak kami makan malam bersama. Hitung-hitung sebagai perayaan keberhasilan Patronum meraup keuntungan yang berkali lipat di acara ini. "Hai, Gi," Radiv menyampirkan lengannya di bahuku. "Udah sampai aja." Aku terkekeh. "Gue, kan, gercep kalau soal makan-makan gratis." Radiv tergelak. Lalu, lami berdua menyusuri stan-stan yang belum pernah terjamah selama dua hari in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN