"Kamu itu anak laki-laki! Belajar tanggung jawab sama masa depanmu!" "Pakai bolos les segala! Kamu pikir papa bayar tutor mahal-mahal pakai daun!?" "Ngapain ngerokok!? Uang yang dikasih bukan buat dibakar kayak gini!" "Ck, kalau sekolah tuh yang bener! Jangan bikin malu!" "Maaf, Fi. Mama nggak sanggup hidup sama papamu lagi." "Ini bukan salah kamu, bukan salah papa, atau salah mama. Kita hanya perlu lewat jalan yang berbeda supaya nggak selalu saling menyalahkan." "Kamu harus jadi contoh yang baik buat adikmu ya, karena mama-papa udah gagal jadi orang tua yang sempurna buat kalian." Kuhela napas perlahan, bersamaan dengan keluarnya bau tembakau dan asap keabuan. Sial, mau sampai kapan mereka doktrin gue? Kepalaku Kembali terdongak, langsung membuang puntung rokok dan menginja

