"Whaaatt!? Lo putus sama Nurma!?" Aku berseru kaget setengah tak percaya. Beruntung tidak sampai menarik perhatian orang sekitar. Sekarang aku dan Rian sedang makan siang di salah satu kafe dekat kantor. Bukan maksud apa-apa, sebenarnya sekalian juga bertemu dengan Felish si youtuber itu untuk membahas kerja sama. Rencananya aku dan Radiv yang menemui, tapi pagi tadi dia mengeluhkan maag yang mendadak kambuh. "Sejak kapan?" Tanyaku masih penasaran. "Dua hari yang lalu." "Kok bisa?" Rian mengendikkan bahu, "It just happen," katanya lantas menyedot caramel machiato dengan santai. Aku tak menuntut jawaban lagi, meski dalam hati masih bertanya-tanya. Kira-kira dapat pencerahan dari mana sampai seorang Rian berani memutuskan Nurma? Bukannya selama ini dia bucin sejati? "Lo nggak menyesal

