Ananda berjalan di koridor sendirian, ia cukup pagi sekali datang ke sekolah karena alasan hari ini ia piket.Sekolah masih cukup sepi, hanya ada beberapa siswa yang sudah datang, sunyi dan hening cukup nyaman Ananda rasakan saat ini apalagi setelah ia menghadapi berbagai masalah yang diluar dugaan. "Nando, jujur aku memang mencintaimu! Tapi maaf aku lebih menyayangi sahabatku" gerutu Ananda dalam pikirannya Ia melihat ke seluruh area sekolah lalu menghembuskan nafasnya berat "Andai aja suasana hati gue sehening gini" Tuk..tuk.. suara langkah kaki membuat Ananda cukup kaget, secara tiba-tiba saja ada suara langkah kaki di belakangnya. Ananda membalikkan badannya, ia terkejut saat melihat siapa yang datang. Dengan wajah yang penuh lebam pria itu berlari ceria kearah Ananda "Nando?" Desis

