13. Keseriusan Nando

4148 Kata

Ananda berjalan mondar-mandir semenjak tadi, ia menunggu seseorang yang sudah tunggu lama. Ia melihat ke jalan, lalu ke depan layar ponselnya. Kiiikkkk, suara klakson mobil terdengar nyaring membuat Ananda segera berlari ke depan halaman rumahnya, dan benar saja seseorang yang telah ia tunggu sudah datang. Ia berdiri di depan pintu mobil hitam itu, langsung saja seseorang keluar dari dalam sana dengan luka lebam dipipi kirinya. "Nando? Kamu seriusan terluka?" Nando tersenyum "Tak apa" Ananda mempersilahkan Nando untuk memasuki rumahnya "Ayo!" Setelah sampai dirumahnya, ia segera duduk dikursi ruang tamu megah milik Ananda. "Nando?" Nando menatapi Ananda yang duduk dikursi lain. "Hmm?" "Apa maksud pesan kamu yang tadi?" "Yang mana?" Desis Nando dengan senyuman "Aku sadar, karena mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN