Terserah

1063 Kata

Lara sudah bersiap-siap, karena tadi pagi dia sudah bilang, mau beli kebutuhan bulanan. Dia sudah memandikan Tian, dan memasak untuk anak-anak. "Abang. Mamah pinjem handphonenya dulu, mau telpon Ayah. Kok jam lima lewat belum datang juga." Shaqa yang asik bermain game, dengan tidak rela memberikan handphone tersebut pada mamahnya. Kenapa? Karena sebentar lagi dia menang. Alamat gak tidur nyenyak nih, pikir Shaqa. Lara segera menelpon Dimas, tapi tidak diangkat, Lara mulai kesal. Ternyata Dimas sudah datang di depan rumah. Suara motornya terdengar sampai ke dalam rumah. Lara segera membukakan pintu, dia tidak melihat tangan Shaqa yang menengadah di pinggirnya. Meminjam handphone itu kembali. Senja menertawakan Shaqa, membuat Shaqa kesal dan mengganggu adiknya bermain boneka. "Mas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN