Babak Dua Puluh Tujuh

2215 Kata

Petang mulai merayap, meninggalkan noda-noda hitam di langit. Dengung serangga mulai memenuhi ruang dengar. Sesekali Eleanor bisa merasakan embusan angir yang menerpa kulit; menciptakan sensai dingin di sepenjang permukaan yang disentuh olehnya. Cabang pepohonan mulai menyatu dengan bayangan hitam; terlihat kukuh seolah para raksasa mulai mengepung Eleanor, Natas, dan Alvar. Hanya dengan bantuan penerangan dari obor yang dibuat Alvar secara dadakan, mereka bertiga bisa melihat hamparan forget-me-not. ″Biar aku saja,″ kata Natas. Pemuda itu mulai mendorong Eleanor ke samping Alvar. ″Pengelihatanku jauh lebih berguna daripada kau.″ Patuh. Baik Eleanor maupun Alvar, mereka berdua tidak menolak perintah Natas. Hanya untuk kali ini saja kedua manusia itu percaya pada keputusan Natas. Suhu se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN