Babak Dua Puluh Delapan

492 Kata

Meronta, Eleanor berteriak parau memanggil nama Natas. Kedua prajurit menyeret Eleanor menjauh dari Natas. Meski tahu hal yang kini tengah ia lakukan merupakan sebuah kesia-siaan belaka, Eleanor tak ingin menyerah ... ia tak ingin memercayai hal yang ada. Natas masih hidup. Ia hanya tengah berpura-pura tidur. Natas ... janji yang pernah ia ucapkan, pada akhirnya Eleanor hanya bisa menggapai udara kosong. Benaknya dipenuhi dengan suara bising, tiada lagi elysium, tak ada lagi masa depan. Benar, masa depan Eleanor telah lenyap bersamaan dengan matinya Natas. Pemuda itu membawa seluruh kehidupan Eleanr; angan, harapan, kasih sayang, dan cinta. Air mata mulai mengaburkan pandangan Eleanor, tubuhnya ditarik paksa menjauh dari Natas. Dan kini, gadis itu berdiri di hadapan sang imam agung. Walau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN