Babak Dua Puluh Sembilan

2318 Kata

Inilah akhir cerita dari segala hal yang pernah didambakan Eleanor. Mimpi-mimpi yang tak tercapai, kisah pilu yang ingin Eleanor kubur bersama segala duka yang ada, lalu percik cinta yang kian meredup. Terduduk di sudut kereta, Eleanor mulai mengira berbagai macam hal yang telah ia lewatkan. Tentu, air mata pun akan segera mengering. Air mata ... mengering dan meninggalkan rasa perih di sudut mata Eleanor. Sungguh, sampai kapan pun ia tak akan bisa menerima kematian Natas, sama halnya dengan kematian Arkie. Cinta, oh cinta. Terasa manis bagai kecupan kupu-kupu di atas kelopak bunga. Cinta, oh cinta. Dia datang ... kemudian pergi. Sungguh kau terlalu rapuh untuk digenggam. Dan jemari pun terluka manakala cinta pergi. Kosong ... seberapa keras aku mencari hal yang hilang itu. Cinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN