Babak Tiga Puluh

2618 Kata

Dingin. Dalam kesendirian, semua suara yang berdengung pun mulai memudar. Sesak. Ada berbagai hal yang tak bisa diraih. Entah itu mimpi di kala malam dengan langit bertabur bintang, atau mungkin rasa hangat sang surya ketika membasuh permukaan kulit, serta debar cinta manakala jemari ini menyentuh wajah yang terkasih. Segala hal perihal penantian ini terasa semakin menjenuhkan. Satu per satu keping mimpi pun berjatuhan di antara sela-sela jemari. Keping mimpi pecah, serpihan kenangan yang ada pun mulai lenyap. Semakin keras hati berusaha menggenggam seluruh asa yang ada, maka rasa perih pun mulai mendera dan meninggalkan luka yang tak terobati. Semakin besar perasaan cinta tertanam dalam hati, maka rasa sakit ketika kehilangan pun akan sebesar rasa cinta itu. Di sinilah ia berada. Di at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN