Babak Empat Belas

1365 Kata

Bentang hijau yang dulu selalu menenangkan Eleanor, tempat di mana bunga terompet dan putri malu hidup berdampingan. Dengan langit biru yang membentang di atas sana, ditemani awan putih yang saling berarak. Sementara Eleanor duduk di bawah pohon persik dan menikmati kedamaian di suatu siang. Inilah surga yang Eleanor dambakan. Sejenak, Eleanor memejamkan kedua mata. Dia bisa mendengar bisikan angin yang membelai wajah dan telinganya. Nyanyian burung pun mulai bersahutan, seolah mengajak Eleanor untuk menari bersama. Bagian belakang kerudung Eleanor mulai terasa berat, seakan ada tangan jahil yang ingin menarik lepas kain yang menutupi rambut Eleanor. Gadis itu pun kembali membuka mata dan melihat.... Segala yang terhampar di depannya telah berubah menjadi kenangan yang ingin dilupak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN