″Apa kau mendengarku?″ Mengerjapkan mata, Eleanor kembali menjejak realitas; tidak ada abu hitam, tidak ada langit yang dipenuhi naga, dan tidak ada naga putih yang menatap lesu. Semua telah lenyap berganti masa kini: Eleanor dan Natas. Hanya ada Natas, seorang fana, bukan Anum Ra. Gadis itu telah melihat sebuah pertanda. Hanya saja.... ″Hei,″ seru Natas. ″Apa kau mendengarku?″ Pias. Eleanor mengangguk. Mengerutkan dahi, Natas pun berkata, ″Ada apa denganmu? Untuk sesaat, aku merasa kau melayang ke suatu tempat. Ragamu di sini namun pikiranmu.″ ″Kita sudahi percakapan ini,″ sela Eleanor. ″Aku tidak akan berjumpa dengan Alvar. Dia ada di belahan dunia lain dan kita di sini. Natas, mari kita teruskan perjalanan.″ Puas. Natas pun membiarkan Eleanor melanjutkan langkah yang sempat tert

