Babak Duabelas

1180 Kata

Waktu terasa membeku. Eleanor hanya bisa mendongak, menatap pemuda petarung itu dengan wajah pias. Ada begitu banyak hal dari si pemuda yang mengingatkan Eleanor pada Arkie; rambut segelap malam, mata hijau yang tampak bagai zamrud, senyum yang menenangkan, dan tentu saja cara pemuda itu menatap Eleanor. Sesaat. Walau hanya sesaat. Eleanor merasa Arkie kembali hidup, berada di dekat Eleanor. Di sampingnya. Bersama. ″Terima kasih,″ ucap si pemuda. ″Karena telah menolongku.″ Natas mendengus, ″Itu hanya keberuntungan.″ Mengabaikan komentar Natas, pemuda itu memilih duduk di samping Eleanor. ″Alvar,″ ucapnya sembari mengulurkan tangan pada Eleanor. Sedikit ragu. Eleanor menjabat tangan Alvar. ″Ele....″ ″Ele?″ Alvar bingung dengan gelagat Eleanor. ″Maksudku,″ Eleanor menjelaskan, ″El. Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN