Eleanor berlari ke dalam hutan. Terisak. Berkali-kali dia menyeka air mata yang terus menitik tanpa cela. Rambut pirangnya menari-nari ketika angin mengembus pelan wajah Eleanor, seolah alam pun menaruh iba atas kekecewaan yang Eleanor rasakan. Gadis itu terus berlari menembus ke dalam hutan. Tak peduli duri semak-semak menggores kulit. Berlari. Terus berlari menerjang asa yang terhampar di depan mata. Walau pada akhirnya dia jatuh tersungkur sembari menelan pedih yang tak terkira. Hanya karena sebuah ciuman, Eleanor merasa ada yang salah dengan dirinya. Pada awalnya, gadis itu berpikir bahwa hati yang selama ini dijaganya adalah milik dari seorang pemuda bernama Arkie. Seharusnya Eleanor tidak akan merasakan apa pun ketika berada di dekat Natas. Tidak seperti ini. Air mata yang t

