Eleanor bersungut-sungut mendapati ″tanda lahir baru yang terlihat tidak alami dan sangat mencolok″ di kulitnya. Eleanor berusaha menggosok pergelangan tangannya, mengira cara itu manjur menghilangkan tanda di kulit. Yang lebih mengesalkan, Natas tahu siasat Eleanor. Pemuda itu membaui Eleanor, dan sadarlah gadis itu bahwa aroma tubuhnya yang sesungguhnya adalah persik. Maka percumalah Eleanor menyemprotkan wewangian persik ke tubuh, itu sama saja menguatkan auranya. Kali berikutnya Eleanor akan menggunakan aroma rempah untuk menutup bau tubuhnya. ″Yang benar saja,″ ungkap Natas. ″Katanya, kau punya mata dewa. Lalu, bagaimana dengan kejadian tadi? Tidakkah kau melihatnya?″ ″Tidak seperti itu,″ jelas Eleanor masam. ″Kilasan waktu datang dengan sendirinya. Jika aku ingin melihat kilasan se

