Natas. Begitulah sang naga menyebut dirinya. Berkah? Kutukan? Manakah dari kedua hal tersebut yang sesuai dengan Eleanor. Seorang pemuda kini menemani perjalanannya, Eleanor tidak perlu risau akan serangan perompak dan bandit yang ingin menjarahnya. Natas terlihat kuat, tak seorang pun yang akan menyangka bahwa pemuda dua puluh tahun itu adalah seekor naga yang dikutuk dalam wujud fana. Fana yang rupawan pula! Jika saja Eleanor tak mengetahui wujud asli Natas, mungkin dia akan terpesona pada penampilan luarnya. Sayang, penampilan luar tidak seindah sikap yang ditunjukkan sang naga. Natas tidak tertarik memanggil Eleanor dengan nama, dia lebih senang menyebut Eleanor sebagai ″manusia″. Yah, Eleanor tidak mempermasalahkan cara Natas memanggilnya. Apa pun sebutan yang diberikan Natas padanya,

