Chapter Sebelas

1469 Kata
Layaknya seperti tokoh Pater Pan yang tidak mandiri dan kekanak-kanakan, sindrom yang juga disebut dengan king baby atau little prince syndrome  adalah sebuah sindrom untuk menyebut tingkah pola orang dewasa yang bertingakah seperti anak-anak atau yang tidak sesuai dengan umurnya. Sindrom ini umumnya lebih banyak ditemukan pada pria dewasa tapi tidak menutup untuk wanita juga terkena sindrom ini. Hal ini dikarenakan pria dewasa cenderung memiliki tanggung jawab yang lebih besar seperti menjadi kepala rumah tangga atau sosok pencari nafkah. Faktornya dikarenakan adanya cara pandang yang salah terhadap dirinya dan lingkungan sekitarnya selain itu pola asuh orang tua yang cenderung protektif menjadi pemicu sindrom ini berkembang pada anak, mereka merasa bahwa menjadi orang dewasa harus memikul tanggung jawab yang besar, komitmen dengan diri sendiri dan orang lain serta tantangan hidup yang lebih sulit lagi. Selanjutnya muncul rasa cemas, tidak percaya diri takut dan merasa tidak mampu akhirnya membuat orang tersebut bertingkah seperti seorang anak kecil guna melindungi diri. Tekanan mental inilah akhirnya memicu orang dewasa untuk "lari dari tanggung jawab" dan bersikap layaknya anak kecil yang tidak memiliki beban. Julian menghela nafas, teringat kembali penjelasan dari Stacy, dokter jiwa yang dia perintahkan untuk merawat Aga. ingatan-ingatan bagaimana dia memperlakukan Aga dan Zion melintas dikepalanya, dia sadar bahwa selama ini memang memperlakukan Aga lebih dibandingkan Zion. Zion selalu bertingkah dengan sesukanya, sulit baginya mengandalkan Zion, dia ingin sosok anak yang bisa menuruti semua keingin dia dari A sampai Z, dan hanya Aga yang menurutnya bisa.  Zion memilih jalan karirnya sendiri, anak sulung itupun lebih tertutup dan tidak banyak cerita, hubungan mereka tidak terlalu akrab tapi tidak juga bertengkar. Jadi menurutnya wajar jika Aga dia tekan agar kelak bisa mengemban semua tanggung jawab yang dia miliki selama ini.  "pah, sudah jangan dipikirkan" Julian langsung menatap Stephani yang kini duduk disampingnya "Bagaimanapun, Aga seperti ini karena papa, mah"Sesal Julian. Stephani tersenyum agar suaminya bisa lebih tenang "sudah jalannya pah, lagipula sekarang Zion sudah ada disini, tinggal tugas papa membantu Zion, mulai percaya kepada kemampuan dia" "iya mah, selama ini papa hanya tidak memberi dia waktu untuk menunjukan kemampuannya, papa akan coba untuk mempercayai Zion"   *** Hari kemarin: "Kaka cantiiiikkkkk" Teriak Aga sambil berlari menghampiri Sea yang tengah bermain ponsel "Ga, kenapa? Kok lari?" "Aga mau minum cucu, kaka cantiiik" "Oooh minum s**u, yuk kedapur, aku bikinin" ajak Sea, sedikit dia sudah mulai hafal dengan kebiasaan Aga yang akan meminum s**u dipagi hari. Sea sudah berjalan ke arah dapur, kemudian segera berhenti karena merasa Aga tidak mengikutinya "Lah kok Aga  malah diem? Katanya mau minum s**u" "Iyaa, tapi bukan yang di dapuuurrr" rengek Aga "Oohh, emang susunya di taro dimana? paviliun?" "Di kaka cantik" Sea diam, tidak mengerti ucapan Aga, lagipula dia tidak pernah menyimpan stok s**u milik Aga"Lah, kapan aku nyimpen s**u kamu hun? Biasanya juga Alex atau Tian" "Ihhhh, kaka cantik bodoh, maksud Aga ituuu, mimi cucu yang ini" What???? Tunggu.... Sea membatu, tubuhnya langsung sulit digerakan karena terlalu terkejut. PLAK!!! Tamparan Keras langsung dilayangkan Sea setelah sadar, enak saja Aga berbicara dan meminta s**u kepadanya dengan tangan yang ikut meremas buah dadanya. Mimi cucu dia bilang?  kurang aja, Sea punya anak juga belum, mana pernah itu pabrik asinya menghasilkan, lagipula selain anaknya nanti, pabrik itu milik suaminya.   Tian dan Alex hanya diam membatu, mereka telat menahan Aga dan anak itu sudah lebih dulu melakukan hal bodoh.  "Maaf ya Sea, maaf banget" Tian langsung menarik Aga yang cemberut karena ditampar Sea "Iya Se, tolong maklum sama Aga ya" Lanjut Alex tidak enak, wajah Sea begitu merah menahan amarah dan pastinya malu juga.  "Kaka cantik jahaat, masa Aga ditampar" protes Aga Sea langsung menatap penuh amarah pada Aga, enak sekali manusia itu palying victim. disini yang korban itu Sea, kenapa dia yang malah dibilang jahat! "Gak usah cengeng Lo . Minta maaf sana!" Suruh Alex. "Alex  juga jahaaat, masa Aga dimarahin juga" "Emang lo salah nyet! " amuk Tian Sea menggelengkan kepalanya keras, mencoba mengusir bayang-banyang laknat insisden meremas s**u. Rasanya kepalanya mendidih mengingat itu. Kalu bisa, rasanya Ingin sekali dia menjambak rambut Aga sampai lepas dari kulit kepalanya.  s****n, dadanya sudah ternoda!    *** Niat hati tidak ingin melihat wajah itu, malah terjadi. Susah payah Sea seharian ini sembunyi-sembunyi agar tidak bertemu Aga, malah bertemu juga. Dia itu masih ada dilevel malu, meskipun Sea sendiri yakin bahwa si monster peremas d**a itu tidak merasa malu sedikitpun, benar-benar menyebalkan. Sea langsung berbalik arah dan melangkah dengan setengah berlari memasuki panti saat melihat Aga yang melambaikan tangannya dan akan memanggilnya, enak saja dia ogah ya di panggil-panggil. Bisa-bisa dadanya di remas lagi! Rugi suaminya nanti dapet bekas Aga. "kenapa? liat setan?" tanya Rendy yag tengah bermain bersama anak panti "iya, setan m***m" kesal Sea "kolor ijo?" tanya Dino, salah satu anak panti yang berusia sepuluh tahun dengan wajah terkejut. "kolor ijo?" ulang Sea "kak Sea gak tahu kolor ijo?" decak Dino "tahu sih, tapi-" ragu Sea, dia pernah dengar tentang hantu yang bernama kolor ijo, tapi dia sendiri tidak tahu gambaran si setan itu. "itu lho kak, kolor ijo itu setan yang suka culik-culik perempuan buat di boboin" jelas Sela, gadis kecil yang seumuran Dino "lah, Sela tahu dari mana?"  "Sela sering dibilangin sama ibu-ibu kalau ke warung, katanya kalau perempuan jangan suka main jauh-jauh atau main sampe malem, nanti diculik kolor ijo"  "SEA!" teriak Aga yang baru datang dengan nafas menderu Sea hanya memutar bola matanya, tidak mau menjawab panggilan setan m***m ini. Mengabaikan Aga yang baru datang dan memanggilnya, Sea langsung berbalik untuk pergi ke dapur, dia sudah bilang bukan, kalau tidak ingin bertemu Aga? dia masih kesal. "lho, kok malah pergi, Seaaaaaa" Teriak Aga dan langsung berjalan mengekori Sea, mengabaikan tatapan bingun anak-anak dan tatapan jengkel Rendy. Sea menggeram, kenapa Aga semakin dihindari malah semakin menempel padanya? dasar m***m. "Sea tunggu dong" rengek Aga yang masih berjalan dibelakang Sea. Sea masih diam, lebih tepatnya pura-pura tuli. Membuka kulkas, mecari minuman segar dan cemilan, Sea masih terus diam meskipun dibelakangnya ada Aga yang mengikuti setiap langkahnya, seolah Aga adalah bayangan Sea. "Seaaa" rengek Aga lagi Gadis itu masih betah diam, berjalan menuju meja makan untuk menikmati cemilan yang dia dapat dari kulkas. Dengan wajah kesal, Aga duduk dihadapan Sea yang tengah menikmati buah sebagai cemilannya. "kakak cantik, Sea" panggil Aga lagi. Sea tetap diam, pokonya dia harus menganggap bahwa Aga itu tidak terlihat dan suaranya tidak terdengar. Lebih baik lanjut makan. "SEA!!"  Garpu kecil yang Sea pegang jatuh, dia cukup terkejut karena teriakan Aga yang berada di hadapannya. Melirik Aga dengan sinis, Sea bangkit untuk ambil garpu yang baru. s****n Aga, padahal sedang enak-enaknya! "Sea jangan diemin Aga terus dong" lirih Aga saat Sea kembali duduk dengan garpu baru yang dia bawa "Sea" panggil Aga lagi dengan lirih Sea menghela nafas lalu melanjutkan makannya. "Sea marah banget ya sama Aga?" menurut ngana?  teriak Sea dalam hati. Siapa yang gak marah kalau tiba-tiba dadanya diremas? hati Sea juga sakit nih rasanya. Belum malu itu? Hadeuuhh.  "Sea jangan marah lagi dong" "Aga minta maaf ya, Sea jangan marah lagi, Sea kan Kakak Cantik, jadi gak boleh marah" Sea memutar bola matanya, mau dia Sea, Kakak Cantik tetep aja dia manusia biasa yang bisa marah dan ngamuk. "Aga minta maaf Sea, harusnya Sea maafin Aga, Aga gak suka kalau Sea diemin Aga kaya gini. Aga benci. makanya Sea harus maafin Aga" Masih tidak merespon, Sea memilih fokus pada tangannya, hingga dia sendiri terkejut saat sebelah tangannya ditarik dan di genggam Aga. "liat Aga, jangan cuekin Aga terus. Aga gak suka" Entah ada angin apa, Sea kini mau menuruti Aga, dia menatap wajah Aga sesuai permintaan si laki-laki m***m itu untuk tidak diabaikan. "Aga minta maaf ya, kemarin Aga salah, harusnya Aga gak boleh pegang nenen-" PLAK Sea langsung memukul tangan Aga, matanya melotot mendengar pria itu menyebutkan kata "nenen"  "maaf, Aga keceplosan" ucap Aga dengan cengiran diwajahnya "initinya, Aga itu mau minta maaf, Sea sebagai Kakak Cantik jangan marah lagi sama Aga, nanti cantiknya hilang, terus nanti siapa yang mau Aga panggil kakak cantik. maafin yaaa" Rasanya Sea ingin menggaruk tanah saja sekarang mendengar permintaan maaf Aga yang menurutnya membingungkan itu. Ini laki-laki gak jelas amat yak! "Gimana, Aga dimaafkan ya? ini Aga udah minta maaf lho" Minta maaf tapi maksa bung! menghela nafas, mau tidak mau Sea harus memaafkan Aga, meskipun menyebalkan, Sea harus ingat juga bahwa Aga bukan pria normal pada umumnya, Aga tidak beda seperti anak-anak panti yang masih berada di taman kanak-kanak, meskipun tampilannya itu sering membuat Sea lupa. Sea mengangguk, anggukan sebagai jawaban bahwa dia memaafkan Aga. "bilang dong, kan Sea punya mulut, jangan angguk-angguk kaya hiasan mobil punya papa" rengek Aga Ini mau maafin orang kok emosi gini bawaannya rengek Sea dalam hati. "iya dimaafkan" singkatnya "Nah gitu dong, kak Aga seneng, Sea juga makin cantik deh kalau maafin Aga" GOMBAL LO NAJONG! Hati Sea teriak saat itu juga. "karena Sea mau maafin Aga,  Aga mau kasih hadiah sama Sea sebagai Kakak cantiknya Aga" lanjut Aga dengan wajah bahagiaya, sebelah tangannya juga masih menggenggam erat tangan Sea yang berada dihdapannya, terhalang meja makan. Sea hanya mengerutkan kening, sejujurnya dia masih malas berbicara pada Aga.  Tiba-tiba Aga tersipu malu, membuat Sea semakin bingun dibuatnya, jangan-jangan otaknya makin sakit? pikir Sea. Aga kembali menatap Sea, namun detik berikunya langsung menunduk benar-benar tersipu malu. Fix, AGA MAKIN GILA! "jadi Sea, hadiah karena Sea mau maafin Aga. jadi Sea, mulai hari ini pacarnya Aga" Prang Garpu ditangan Sea kembali lepas dia benar-benar terkejut. Tolong. Aga benar-benar makin gila!   ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN