Aga yang sudah memiliki waktu kosong langsung menyalakan ponselnya. Dia baru saja melakukan operasi, ponselnya dia matikan agar konsentrasinya hanya berpusat kepada pasien. Matanya membulat saat cukup banyak notifikasi panggilan masuk dari Sea. Jantungnya langsung berdetak kencang, ketakutan ini dan itu kompak muncul di kepalanya. Segera Aga menekan nomor Sea, menelepon balik. "Sayang! Kamu gak apa-apa? Kamu aman? Kamu dimana?aku-" "Stop!" Ucapan cepat Aga langsung dihentikan Sea. "Pelan-pelan kak ngomongnya" lanjut Sea. Aga menarik napas dalam, lalu mengembuskannya. Mendengar suara Sea membuat dia merasa lebih tenang. "Kamu kenapa, sayang?" "Gak apa-apa kak. Emang aku kenapa?" Sea balik bertanya. "Kamu telepon aku beberapa kali, kenapa?" "Oh itu, mas kemana? Kok gak aktif nomo

