“Kenapa kamu menatap aku seperti itu?” Nay berharap Andreas mengakui bahwa ia menyimpan perasaan yang sama pada Nay. “Mampus gue harus jawab apa? Gue cinta sama Nay, tapi... Apa sekarang waktu yang tepat gue mengungkapkan rasa?” Andreas galau, ia berbicara dalam hati, tapi tatapannya tak bisa lepas dari Nay. “Lu baper ya Nay kalau gue lihatin? Andreas gitu loh... Idola para remaja.” Andreas tersenyum dengan gaya yang sok Cool, sambil mengangkat kedua alisnya dan sorot matanya terlihat menggoda Nay. Sebenarnya ia sedang mengalihkan situasi. “Haaassshhhh... E.G.P, emang gue pikirin!” Nay cemberut dan berlalu dari pandangan Andreas. “Seharusnya tadi Andreas bilang sayang! Tapi... Andreas naksir aku apa enggak ya sebenarnya?” Nay berjalan sambil memikirkan isi hati Andreas. Andreas selalu

