Sepulang kerja Andreas langsung membersihkan diri dan beribadah. Sebelum makan malam, dia selalu menemui Jasmine di kamarnya. Langkah kakinya telah sampai di depan pintu kamar Jasmine. Andreas membuka pintu secara perlahan, ia terkejut karena anak kesayangannya tidak berada di kamarnya. “Jasmine... Sayang kamu di mana, Nak?” Andreas memeriksa seluruh sudut ruangan, tapi tidak terlihat batang hidung Jasmine sama sekali. Andreas lantas ke luar dan berjalan menuju ruang belajar, alangkah lega hati Andreas setelah melihat anak perempuannya masih berada di ruang belajar. “Sayang... Papi cari di kamar, ternyata Jasmine sedang belajar.” Andreas berjalan menghampiri Jasmine yang terlihat masih serius mengerjakan tugas. “Papi... Sudah pulang?” Jasmine tersenyum pada ayahnya. “Iya, Nak! Jasmin

