44. Rencana Besar

1223 Kata

“Tapi, Bu... Bahwasannya cinta tidak mengenal alasan, hanya saja... Butuh waktu untuk mencintai Maira dengan seutuhnya... Karena dia gadis yang baik dan pantas untuk dicintai.” Andreas menatap wajah sendu Sumarni. “Sekarang ibu mengerti, mengapa Maira jatuh hati padamu... Karena kamu sangat menghargai martabat perempuan... Menyayangi Maira bukan hanya sekedar cinta lokasi atau sesaat... Tapi ada hal yang sulit diungkapkan yang mampu meyakinkan kamu untuk mempersunting Maira... Baiklah Ndre, jaga lah Maira dan sayangilah dia... Karena di memang pantas untuk kamu cintai.” Sumarni menatap Andreas dan sorot matanya berkaca-kaca. Seakan tidak percaya kalau buah hatinya akan segera menikah dengan laki-laki gentle, tangguh, dan penyayang. “Jadi... Ibu merestui kami?” Andreas terlihat sumringah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN