Sejujurnya Amanda merasa bahagia karena terbebas dari pengekangan Fanny, namun di sisi lain dia mendapati bahwa teman manusianya akan menanggung beban Amanda. Jika Fanny berhasil membawa Bella menuju dunia hantu untuk selama-lamanya, maka Bella akan ditetapkan sudah meninggal. “Bu, Bella mau memperkenalkan Amanda pada Ibu,” ujarku pada Ibu. Senyuman yang aku paksakan akhirnya tetap mengembang. Tubuhku merasa benar-benar lemas dan aku merasa mual. Ibu mendekap tubuhku, bahunya bergetar karena menahan tangisan. Aku menatap pohon besar, rumah yang berdiri di sana tiba-tiba menjadi pohon. Aku bingung apa yang terjadi padaku dan kemana perginya Amanda? Padahal jelas-jelas Amanda ada di sana. * * * * * * * * * Amanda duduk termenung di rumah, tidak lebih tepatnya di sebuah tempat bekas ia

