Sembilan hari Amanda menunggu kedatangan Ayahnya di rumah. Sudah sembilan hari pula Amanda hidup mandiri tanpa kedua orang tua. Sehari-hari Amanda hanya menunggu kedatangan orang tuanya melalui jendela rumah. Amanda hanya berpikir, mungkin jalan yang ditempuh oleh Ayahnya untuk menemui Ibunya sangat jauh, sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kembali. Setiap lima menit Amanda akan keluar dari kamar dan melihat melalui jendela apakah orang tuanya sudah datang atau belum. Dan kini, Amanda kembali duduk di atas kasur dengan kepala yang menongol di jendela. Hembusan napas Amanda memberat. Sebetulnya ia sangat lelah bahkan ia tak tidur dengan nyenyak. Bukan karena takut ditinggal sendiri tetapi karena Amanda merindukan kedua orang tuanya. “Aku lapar,” gumam Amanda. Amanda memega

