[20] Air Bidara

1928 Kata

Ibu meraihnya dan kebingungan, mana bisa air sebotol menjernihkan air seember? Sarah pun mengajak Ibu beserta Riska untuk menuju kamar mandi di kamarnya. Riska mengikuti Sarah di belakang, matanya terus mendelik ke sana dan kemari seolah memperhatikan makhluk yang ia lihat selama perjalanan menuju kamar. Sarah membuka pintu kamarnya dan terdengar ucapan istighfar dari mulut Riska. “Apa begitu banyak penghuninya ya, Tante?” tanya Sarah. “Sudah abaikan saja. Kita harus mandikan kamu lebih dulu,” ujar Riska. Seperti yang suaminya katakan tadi, Riska pun menyiapkan ember dan mulai menampung air. Air yang keluar dari keran berwarna merah disertai bau amis. Ia pun menambahkan air yang diberikan suaminya dan menuangkannya ke dalam ember. Seperti sulap, air itu tiba-tiba saja berubah menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN