EXTRA PART (3)

1484 Kata

Sudah hampir empat bulan sejak kejadian malam itu, aku tak pernah bertemu dengan Amanda. Bahkan, ketika aku berusaha keluar dari rumah untuk mengunjungi tempat Amanda berada, Ibuku akan melarangku sekuat tenaga bahkan tak peduli jika aku menangis tersedu-sedu. Aku memeluk kakiku seraya menatap layar televisi di hadapanku yang sama sekali tak menarik. “Bella,” panggil Ibu. Aku menolehkan kepalaku dengan malas. “Ibu akan pergi ke warung sebentar. Kamu jangan pergi kemana-mana ya.” Aku tidak menjawab ucapan Ibu dan memilih diam. Ibu berjalan mendekati pintu dan keluar dari rumah tanpa mengunci pintu seperti biasanya. Aku tersenyum sumringah menyadari bahwa aku tidak terkunci lagi sendirian di rumah. Saat ini rumah sangat sepi. Ayah sedang bekerja sedangkan Ibu pergi ke warung. Hanya aku

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN