[13] Ruqyah (2)

1626 Kata

Sarah terbangun di dalam kamar yang ia ingat adalah kamar yang ia tempati di rumah Pamannya. Ia melihat sekelilingnya dan tak ada siapapun. Sarah pun bangkit dari kasur. Tubuhnya benar-benar terasa sangat pegal dan linu. Sarah keluar dari kamar dan persis di depan kamarnya, terdapat Paman beserta Tantenya yang sepertinya sudah menunggu Sarah untuk bangun. “Sudah bangun?” tanya Riska. Sarah mengangguk dan berjalan menghampiri Wisnu dan Riska. “Apa yang terjadi?” tanya Sarah. “Tadi, kamu kerasukan dan kamu pingsan. Syukurlah Om dan Tante sudah menyiapkan air bidara untuk kamu minum. Setelah itu mereka pergi,” jelas Riska. “Sarah gak menyakiti kalian kan?” Riska tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Sarah, kamu harus lebih berhati-hati dengan keluarga suamimu itu. Kamu mau lihat ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN