Mia memperhatikan penampilannya di depan cermin. Sesekali ia menghadap kanan dan kiri untuk memperhatikan setiap detail penampilannya. Ia mencari apa yang salah dalam dirinya, apakah ia sudah tidak menarik lagi didepan mata para lelaki? Rasanya tidak. Saat sedang berjalan ditempat umum, Mia masih bisa merasakan begitu banyak tatapan lelaki yang memujanya. Namun mengapa sepertinya itu tidak berlaku untuk Daffa? Ya memang Daffa selalu bersikap baik padanya, namun hanya sebatas baik. Ia tidak memandang Mia seperti pria yang menginkannya sebagaimana pria-pria lain. Sejak ia keluar makan siang dengan Daffa hari itu, Mia langsung makin menggencarkan aksinya mendekati Daffa. Namun sepertinya tidak semudah yang ia kira. Jangankan untuk bertemu, untuk membalas pesannya saja Mia harus extra sabar

