Ajeng yang belum menyadari kehadiran Jun Cheol di belakangnya malah membuat Ajeng masih saja sibuk membahas perihal kenangannya dengan Barra, lalu saat Jun Cheol ingin memarahi Jin Young dan Ajeng tiba-tiba sebuah suara mengalihkan pandangan mereka bertiga.
"Serunya lagi tuh pas acara camping gitu terus tenda gue sama tenda Barra depan-depanan dan dia selalu nyapa atau bantuin gue selama acara tau! Duh temen terbaik dia tuh bahkan sampe sekarang juga dia selalu nurutin kemauan gue," tutur Ajeng semangat.
"Jin Young ...," ucap Jun Cheol terhenti.
"Astaga Ajeng! Lu gak apa-apa kan?" tanya Barra khawatir.
Mendengar ucapan Barra membuat mereka bertiga mengerutkan dahinya bingung, sedangkan Barra malah sibuk memeriksa keadaan Ajeng barangkali Ajeng terluka atapun ia tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Ajeng yang merasa pusing di putar-putar oleh Barra membuat Ajeng memarahi Barra dan mereka bertiga yang masih bingung pun mencoba mengobrol santai agar suasana yang terasa aneh ini dapat tercairkan menjadi hangat.
"Apaan sih Bar! Pusing nih gue lu puter-puter," omel Ajeng kesal.
"Kenapa anda bisa datang ke sini Barra?" tanya Jun Cheol bingung.
"Benar! Darimana anda tau bahwa Ajeng tidak apa-apa?" tanya Jin Young ikut bingung.
"Sorry Ajeng abis gue khawatir banget! Seriusan lu gak apa-apa? Gue disini karena tangan kanan gue ngasih kabar kalo ada orang aneh yang bolak-balik depan cafe Ajeng jadi gue kesini deh, iya itu gue tau dari tangan kanan gue," ucap Barra menjelaskan.
"Astaga Barra! Gue gak apa-apa kok tenang aja," tutur Ajeng lembut.
"Terus anda kesini untuk memastikan keadaan Ajeng secara langsung?" tanya Jun Cheol datar.
"Lalu bagaimana ini jika orang itu kembali lagi kesini?" ujar Jin Young khawatir.
Sejenak mendengar pertanyaan Jin Young membuat Jun Cheol dan Barra kembali memikirkan ucapan Jin Young yang memang benar adanya, karena pasti orang aneh itu akan balik lagi ke cafe Ajeng baik cepat ataupun lambat pasti akan ada hal yang terjadi.
Melihat hal ini membuat Barra dengan sigap akan mengerahkan beberapa bodyguard miliknya untuk berkeliling di sekitar cafe Ajeng, sedangkan Jun Cheol merasa seakan ada api yang dulu pernah padam tapi kini entah mengapa sudut hati Jun Cheol seakan memanas saat melihat Barra melindungi gadis yang beberapa hari ini memporak-porandakan hati Jun Cheol.
"Benar juga Jin Young! Kalau begitu saya akan menyuruh bodyguard saya berkeliling di sekitar cafe ini agar Ajeng lebih aman," tutur Barra lembut.
Jin Young yang sadar Jun Cheol sedang menahan amarahnya membuat Jin Young mencoba mengajak Jun Cheol untuk ikut membantu Barra, sedangkan Jun Cheol memilih untuk menolak usul Jin Young karena dia perlu fokus pada penyelidikannya.
"Ide bagus tuh Barra! Gimana kalo saya sama Jun Cheol bantuin jaga juga? Anda mau kan Jun? Toh dengan adanya kita semakin baik bukan," ucap Jin Young semangat.
"Apa yang barra lakukan sudah benar Jin Young! Kita hanya perlu fokus pada penyelidikan ini karena tugas kita adalah menyelesaikan kasus ini," ujar Jun Cheol dingin.
Mendengar ucapan Jun Cheol seketika membuat suasana cafe menjadi dingin dan canggung, lalu tak lama Jun Cheol bangkit dari duduknya dan memilih pergi sebentar untuk mendinginkan hatinya yang terasa panas dan tak karuan.
Melihat Jun Cheol yang hendak pergi membuat Jin Young dan Barra mempertanyakan mau ke mana Jun Cheol, sedangkan Jun Cheol yang ditanya hanya menjawab sekenanya saja lalu Jun Cheol berjalan pergi dari sana tanpa menoleh sedikitpun.
"Lu mau ke mana Jun Cheol?" tanya Barra bingung.
"Anda ingin kembali ke apartemen atau ke mana Jun?" tanya Jin Young ikut bingung.
"Pergi sebentar mencari hal yang tidak saya ingin cari," ucap Jun Cheol asal.
Setelah kepergian Jun Cheol, suasana cafe menjadi hening lalu tak lama karyawan Ajeng datang dan Jin Young mencoba membahas hal lain karena dirinya tau pasti Ajeng dan Barra bingung dengan sikap Jun Cheol yang seperti ini.
"Oh iya! Gimana kerjaan aman Barra? Ada keluhan atau masalah gak?" ujar Jin Young lembut.
"Masalah ya? Gak ada sih tapi kalo keluhan mah bukan hal besar kok," ucap Barra santai.
Disaat mereka berdua sibuk mengobrol santai, Jun Cheol malah sampai di taman dengan perasaan yang tak ia mengerti. Merasa lelah membuat Jun Cheol menyadarkan punggungnya ke bangku taman sambil menatap sendu ke langit, sejujurnya Jun Cheol tak yakin mengapa bisa dirinya seperti ini padahal ia yakin sepenuh hati bahwa luka dihatinya belum mengering.
"Saya terlalu yakin bahwa saya telah mati rasa ... lantas mengapa masih ada rasa panas yang menyesekkan seperti ini," lirih Jun Cheol sedih.
Jun Cheol yang masih merasa kalut ia melihat dari kejauhan ada seseorang yang Jun Cheol kenal sedang berbicara dengan orang yang tadi pagi Jun Cheol temui tapi orang itu bahkan tidak menyadari keberadaan Jun Cheol yang masih menatap mereka serius.
Dengan hati-hati Jun Cheol menghampiri dua orang yang masih sibuk dengan obrolan mereka, melihat hal ini membuat Jun Cheol ingin mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan sejak tadi dan samar-samar Jun Cheol mendengar hal yang tak pernah ia sangka sebelumnya.
"Apa anda bilang?! Anda gagal menjalankan tugas yang saya berikan?" murka Xin Qian kesal.
"Iya maaf nona saya terlihat oleh seorang pemuda dan saya tidak sempat masuk ke dalam cafe seperti yang anda perintahkan," tutur orang itu takut.
"Astaga! Begitu saja anda tidak becus! Anda ingin mati hah?!" maki Xin Qian semakin kesal.
"Anda bicara apa! Saya sudah melakukan sebisa saya lalu anda mengancam saya hah?! Anda salah jika ingin melenyapkan saya karena ...," ucap orang itu terhenti.
Belum selesai orang itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja orang itu ditebas dengan cukup cepat hingga suara orang itu tak terdengar lagi, lalu Xin Qian dan orang yang menebas orang aneh tadi malah berlalu pergi dari sana.
Di saat Jun Cheol ingin menolongnya sekumpulan orang berjas hitam mendekati orang aneh itu lalu membersihkan segala hal yang tercecer disana, Jun Cheol yang merasa tak ada yang bisa ia lakukan disana akhirnya Jun Cheol memilih kembali ke cafe Ajeng dengan pikirannya yang semakin kalut setelah melihat hal ini.
"Nyawa orang mudah sekali dilenyapkan seakan tidak berarti tapi dari hal ini saya mengerti jika Xin Qian memang tidak bisa dipercaya karena bisa jadi dia juga punya rahasia kotor yang jauh lebih mengerikan dari kasus ini," gumam Jun Cheol datar.
Setelah bergumam-gumam sendirian akhirnya Jun Cheol telah sampai di cafe Ajeng, lalu saat Jun Cheol ingin masuk ke dalam cafe ia berpapasan dengan Barra yang hendak keluar dari cafe. Sedangkan Barra yang melihat Jun Cheol membuat mereka berdua bertegur sapa sejenak, sebelum akhirnya Barra benar-benar pergi dari sana.
"Jun Cheol! Abis darimana? Loh muka lu kenapa?" sapa Barra bingung.
"Abis mencari udara segar! Gak kenapa-kenapa kok Barra oh iya saat ini kita gak bisa percaya sepenuhnya sama Xin Qian karena tadi saya lihat Xin Qian melenyapkan seseorang entah karena masalah apa," tutur Jun Cheol datar.
"Ya ampun melenyapkan seseorang? Kenapa anda tidak melaporkannya Jun Cheol? Orang aneh yang bolak-balik tadi Jun Cheol?" tanya Barra bingung.
"Bagaimana bisa saya melaporkan hal yang sudah di rapihkan? Pasti saya dituduh berbohong, iya benar orang yang itu Barra," tutur Jun Cheol serius.
"Begitu ya ... baiklah gue pergi dulu ya soalnya ada kerjaan yang perlu gue kerjain oh iya gue titip Ajeng ya Jun Cheol! Next time kita ngobrol lagi," ucap Barra lembut.
"Hm ... oke," sahut Jun Cheol datar.
Setelah pembicaraan Jun Cheol dengan Barra, akhirnya Jun Cheol melanjutkan langkahnya memasuki cafe Ajeng. Tak lama Jin Young dan Ajeng melihat Jun Cheol memasuki cafe dengan wajah masamnya, hingga membuat Jin Young dan Ajeng kebingungan lalu mempertanyakan Jun Cheol yang terlihat seperti sedang menahan amarahnya.
"Eh lu udah dateng sekop! Lah muka lu kenapa?" tanya Ajeng bingung.
"Are you okay? Muka lu asem bener dah! Ada masalah apa Jun?" tanya Jin Young ikut bingung.
Sementara Jun Cheol yang mendengar pertanyaan dari Ajeng dan Jin Young membuat Jun Cheol mengerutkan dahinya bingung, tapi Jun Cheol tetap menjawab pertanyaan Jin Young dan Ajeng padanya hingga akhirnya mereka bertiga mengobrol santai.
"Emang kenapa saya? Saya gak apa-apa kok," tutur Jun Cheol bingung.
"Muka lu asem banget sekop! Beda gitu," ujar Ajeng sebal.
"Bener Ajeng! Muka anda kayak kesel gitu, abis ada apaan emangnya?" tanya Jin Young serius.
"Asem? Beda? Kesel apaan? Orang biasa aja kok eh tumben cafenya sepi," ucap Jun Cheol datar.
"Lah lu sih kesel kenapa? Tau nih tumben ya," tutur Ajeng semakin bingung.
"Emang anda abis darimana Jun? Gak usah ngalahin pembicaraan Jun," ucap Jin Young datar
Mendengar ucapan Jin Young membuat Jun Cheol mengangkat bahunya acuh lalu tak lama Jun Cheol hendak memeriksa sekitar tapi Ajeng justru mempertanyakan Jun Cheol tapi Jun Cheol menjawabnya dengan cara yang berbeda.
"Lu kemana sekop? Lu mau ninggalin gue?" tanya Ajeng bingung.
"Ke tempat yang masih bisa anda liat! Saya gak pernah ninggalin orang yang gak pernah bisa saya tinggalin," tutur Jun Cheol datar.
Sejenak mendengar ucapan Jun Cheol membuat Ajeng dan Jin Young mengerutkan dahinya bingung, sedangkan Jun Cheol malah berkeliling-keliling memperhatikan setiap wallpaper di dinding dengan pandangan yang serius.
Hingga akhirnya Jun Cheol berdiri tepat di depan wallpaper yang terlihat aneh, melihat hal ini membuat Jun Cheol memanggil Ajeng dan Jin Young untuk ikut melihat apa yang Jun Cheol liat. Tak butuh waktu lama Jin Young dan Ajeng segera menghampiri Jun Cheol saat nama mereka di panggil Jun Cheol dan benar saja, wallpaper yang ada di hadapan mereka terlihat tak biasa.
"Ajeng! Jin Young! Sini liat ada yang aneh disini," panggil Jun Cheol serius.
Jin Young yang merasa penasaran mendekati wallpaper aneh itu dan perlahan-lahan Jin Young menyentuhnya dengan hati-hati karena dirinya ingin tau apa yang ada disana, lalu tanpa berlama-lama lagi Jin Young menyarankan untuk membuka lapisan ini agar mereka tau apa yang ada di balik wallpaper aneh ini.
"Gimana kalo wallpaper ini dibuka lapisannya biar kita tau apa yang ada disana, bahaya atau gak? Gimana Jun? Ajeng?" tanya Jin Young serius.
Mendengar pertanyaan Jin Young membuat Ajeng dan Jun Cheol menimbang-nimbang resiko apa yang akan mereka hadapi nantinya, lalu tak lama Ajeng mengatakan hal yang mengejutkan hingga membuat suasana menjadi hening sejenak.
"Kalo gue sendiri sih gak masalah Jin Young, Sekop! Tapi ini bangunan bukan punya gue, gue di sini cuma nyewa aja nah kalo ngebuka lapisan ini gak tau boleh gak ya," ujar Ajeng menjelaskan.
Jun Cheol yang merasa ada yang tidak beres dengan bangunan ini membuat Jun Cheol justru mempertanyakan milik siapa bangunan yang Ajeng sewa ini, lalu mereka bertiga pun kembali mengobrol santai sambil Jun Cheol mencoba menyelidiki hal yang terasa aneh disini.
"Kalo bangunan ini bukan milik anda, lalu ini milik siapa?" tanya Jun Cheol serius.
"Bagaimana anda bisa menyewa bangunan ini? Bukankah banyak tempat lain? Apakah ada yang menawarkan atau terjadi sesuatu sebelumnya?" tanya Jin Young semakin bingung.
"Seingat saya nama pemilik bangunan ini Zhang Li Quon, emangnya kenapa sekop? Jadi tuh gue awalnya lagi survei banyaknya bangunan terus gak lama ada orang tua tapi masih kayak paruh baya gitu nyamperin gue terus nawarin bangunannya buat disewain gitu nah gue liat-liat tempat disini tuh lumayan cocok yaudah gue pilih disini deh, emang kenapa?" tutur Ajeng menjelaskan.
Seketika mendengar ucapan Ajeng membuat Jun Cheol dan Jin Young terrmenung sejenak lalu tak lama Jun Cheol mengusulkan ide yang membuat Ajeng dan Jin Young semangat, di saat mereka bertiga sibuk mengobrol tiba-tiba suara perut yang lapar membuat mereka semua tertawa geli karena bisa-bisanya fokus mereka teralihkan hanya karena hal kecil seperti itu.
"Oke kalo gitu ... gimana kalo kita buka lapisan wallpaper ini buat ngambil apa yang ada di sana tapi nanti kita balikin lagi kayak semula? Kalian setuju?" usul Jun Cheol serius.
"Boleh juga tuh sekop! Ide bagus kok sekop," tutur Ajeng semangat.
"Bener Ajeng! Gue setuju! Hal kayak gini perlu kita ungkap Jun," ucap Jin Young semangat.
Setelah mendengar suara perut yang kelaparan akhirnya mereka bertiga memilih untuk istirahat sejenak agar mereka bisa kembali fokus dengan hal yang sedang mereka diskusikan tadi, menit telah berganti menit hingga kini Jun Cheol, Ajeng dan Jin Young telah selesai menyantap makan siang mereka dengan nikmat dan lahap.
Namun disaat Jun Cheol, Ajeng dan Jin Young hendak kembali berdiskusi perihal masalah wallpaper aneh, tiba-tiba saja datang seseorang yang menghampiri mereka tapi ditahan oleh Azka sebagai tangan kanan Barra yang di tugaskan untuk menjaga Ajeng untuk sementara waktu ini karena baru saja Ajeng dalam bahaya.
|Bersambung|