Ada Rasa Yang Tak Terucap

2029 Kata
Mendengar ucapan Jin Young membuat Jun Cheol menganggukkan kepalanya mengerti dan tak lama mereka berdua sampai di dekat bodyguard Barra yang terlihat sedang mengawasi sebuah mobil yang memasuki sebuah pondok ditengah hutan. Sesampainya disana Jun Cheol segera berjalan ke arah bodyguard Barra yang hendak masuk ke pondok itu tetapi Jun Cheol menahan mereka, lalu dirinya meminta mereka untuk berjaga disini saja karena semakin banyak orang yang masuk ke sana maka semakin besar musuh menyadari keberadaan mereka semua disini. "Ssst ... stop! Stop hey! Kalian jangan masuk ke sana ramai-ramai seperti ini! karena semakin ramai kita kesana musuh semakin sadar dengan kehadiran kita jadi kalian lebih baik hubungi Barra sekarang lalu cari tempat bersembunyi untuk memantau dari luar! Dan satu lagi tutupi taxi itu dengan mobil kalian! Mengerti? Biar saya saja yang akan masuk sendiri ke sana jadi cepat lakukan apa yang saya katakan tadi!" ujar Jun Cheol serius. Mendengar ucapan Jun Cheol membuat para bodyguard Barra mengangguk-anggukkan kepala mereka mengerti dan tak lama Jun Cheol bergegas memasuki pondok aneh itu dengan hati-hati, langkah demi langkah Jun Cheol selalu berharap Ajeng masih aman dan baik-baik saja di sana. Hingga samar-samar Jun Cheol mendengar sebuah percakapan yang sepertinya ada Ajeng di sana, dengan penasaran dan rasa khawatir membuat Jun Cheol melangkahkan kakinya dengan hati-hati dan ternyata ada lubang di dinding hingga Jun Cheol bisa melihat siapa saja orang yang ada di dalam ruangan pondok itu. "Jangan biarkan dia kabur atau ada yang menyelematkannya dari sini," ujar Xin Qian kesal. "Baik nona, kenapa harus dia yang diculik kenapa bukan detektifnya? Bukankah dengan begitu anda bisa menutup mulutnya atau menghabisi nyawanya?" tanya salah satu orang itu bingung. "Pria tua itu ngebayar lu buat kerja bukan buat nanya tapi pertanyaan yang bagus jadi bakal gue jawab deh! Setau gue manusia itu lemah sama dua hal! Pertama itu Harta dan kedua cinta atau orang yang berharga, nah lu paham jawabannya bukan?" tutur Xin Qian dingin. "Jadi jawabannya adalah ketika cinta atau orang yang berharga di ambil ia akan melakukan apa pun untuk anda nona?" tanya salah satu orang itu masih bingung. "Tergantung seberapa berharganya orang yang kita ambil atau seberapa perdulinya orang yang merasa kehilangan karena ada yang diambil darinya ? Tapi kalo nyatanya saat ini orang itu sibuk terlelap daripada memikirkan dia! Berarti apa yang kita lakukan sia-sia," ujar Xin Qian datar. Melihat hal ini membuat Jun Cheol menahan emosinya, sementara Ajeng mencoba melepaskan ikatan simpul yang mengikatnya karena sejak ia sampai di pondok ini Ajeng berusaha pergi dari sini tapi orang-orang ini selalu menahan lengannya dengan kuat. Terlebih mendengar ucapan gadis yang pernah Ajeng temui membuatnya merasa semakin ingin pergi dari sini karena Ajeng tak mau membuat Jun Cheol melakukan keinginan orang jahat ini, lalu tak lama Xin Qian dan orang-orang mengerikan itu pergi dari sana. Melihat hal ini membuat Jun Cheol mencari jalan lain untuk menyelamatkan Ajeng dari pondok itu, sementara Ajeng berhasil melepaskan simpul yang mengikat di pergelangan tangannya dan dikakinya dengan cepat Ajeng mencari cara keluar dari ruangan ini. Tak lama Jun Cheol berhasil menemukan jalan melalui sela dinding yang tidak tertutup dengan baik membuatnya menyampingkan tubuhnya dan sekarang ia berhasil masuk ke dalam pondok, tapi Jun Cheol tak ingin dirinya lengah hingga ia melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Jun Cheol mencoba hitung langkahnya persis ketika ia mencari jalan ia menghitung langkahnya karena dengan begitu Jun Cheol jadi tau ruangan dimana Ajeng di sembunyikan, dan setelah ia yakin dengan hitungannya membuat Jun Cheol mencari cara membukanya. Beruntungnya orang yang menjaga itu terlelap di sudut ruangan jadi Jun Cheol bisa mengendap-endap menyelamatkan untuk Ajeng tanpa perlu dirinya melawan mereka dan setelah Jun Cheol mengutak-atik pintu yang tak terawat itu akhirnya Jun Cheol berhasil membuka pintu ruangan tersebut tapi Ajeng sudah tidak ada di sana. Sejenak Jun Cheol membeku kebingungan lalu ia sadar jendela di ruangan itu terbuka yang arti nya Ajeng berhasil keluar dari pondok ini, setelah berhasil menguasai dirinya Jun Cheol menutup jendela itu dan bergegas keluar ruangan dengan menutup pintu seperti semula lalu ia berjalan ke sela dinding yang tidak tertutup dengan benar. Sementara Ajeng yang berhasil keluar dari jendela itu membuatnya segera berlari sejauh yang ia bisa dan secepat mungkin karena Ajeng tak ingin kembali tertangkap dan membahayakan Jun Cheol disana, tapi baru beberapa langkah Ajeng berlari ia merasa dirinya di tarik ke dekat pohon. Ajeng ingin berteriak tapi mulutnya di tutup dan saat Ajeng menatap orang yang di hadapannya membuat Ajeng membulatkan matanya tak percaya, orang yang memeluk dirinya agar tetap bersembunyi ternyata adalah Jun Cheol yang sejak tadi ia pikirkan. Disaat Ajeng menatap Jun Cheol begitu lekat sementara Jun Cheol masih serius mencari celah agar mereka berdua bisa kabur dari tempat aneh ini, lalu tak lama terdengar suara Ajeng yang bertanya pada Jun Cheol yang masih memperhatikan keadaan sekitar mereka. "Sekop? Ini seriusan lu? Gue gak ngayalkan?" tanya Ajeng bingung. Mendengar pertanyaan Ajeng membuat Jun Cheol mengerutkan dahinya sejenak tapi tak lama Jun Cheol mengerti jika Ajeng masih shock setelah apa yang terjadinya, melihat ini membuat Jun Cheol menenangkan Ajeng sambil ia tak melepaskan pandangannya dari melihat keadaan sekeliling agar Jun Cheol dan Ajeng bisa cepat pergi dari pondok ini. "Iya ini saya, anda tidak berkhayal kok Ajeng! Jika anda takut jangan liat kemanapun cukup liat ke arah saya berada! Anda mengerti? Tenanglah ada saya disini," ucap Jun Cheol menenangkan. Ajeng yang mendengar ucapan Jun Cheol membuatnya memeluk Jun Cheol erat sedangkan Jun Cheol hanya bisa menepuk-nepuk punggung Ajeng lembut agar ia merasa tenang dan tak lama Jun Cheol melihat orang-orang itu berjalan ke arah lain membuat Jun Cheol menggenggam tangan Ajeng lembut untuk mengikuti langkahnya. Mereka berdua berlari menjauhi pondok memuakkan itu dan tak lama mereka berdua berhasil kabur dari sana, lalu Jun Cheol dan Ajeng naik ke taxi yang ditutupi mobil bodyguard Barra yang kini mereka berdua pergi dari sana dengan perasaan lega. Jin Young yang melihat Jun Cheol masih mengatur nafasnya membuat Jin Young khawatir dan menanyakan pada supir taxi apakah dia memiliki sedikit air untuk Jun Cheol yang terlihat begitu kelelahan dan ternyata ada sebotol air mineral yang belum dibuka dan diberikan pada Jin Young untuk menenangkan Jun Cheol yang terlihat haus. "Pak, ada sebotol air untuk teman saya tidak pak?" tanya Jin Young khawatir. "Ada nih mas sebotol air yang belum saya buka," sahut supir taxi itu lembut. "Terima kasih ya pak nanti saya bayarin air mineral ini, nih Jun minum dulu anda pasti kelelahan setelah berlari seperti itu!" tutur Jin Young khawatir. "Sama-sama mas ... aduh gak usah gak apa-apa saya niat bantu kok," ujar supir taxi itu lembut. Jun Cheol yang mendengar kekhawatiran Jin Young membuatnya menerima air mineral itu tapi tak lama ia menyerahkannya pada Ajeng yang pasti masih terlihat shock dan pasti Ajeng juga kehausan sama seperti dirinya. "Terima kasih Jin Young-ah, nih Ajeng anda minum duluan! Anda pasti juga kehausan kan Ajeng jadi anda bisa minum duluan Ajeng!" tutur Jun Cheol lembut. Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Ajeng mengerutkan dahinya bingung sedangkan Jun Cheol menjelaskan pertanyaan Ajeng karena dirinya tak ingin ada kesalahpahaman lagi di antara dirinya dan Ajeng. "Saya tau anda kehausan setelah shock tadi jadi lebih baik anda minum duluan agar tenang, ini minum dulu Ajeng?" ujar Jun Cheol lembut. Setelah memahami maksud Jun Cheol membuat Ajeng meminum air mineral yang diberikan padanya dan Jun Cheol menghabiskan sisanya, menit telah berganti menit akhirnya Ajeng, Jun Cheol dan Jin Young sampai di cafe Ajeng dan mereka bertiga bergegas keluar dari taxi lalu Jin Young membayar supir taxi yang baik hati itu. Sesampainya di cafe Ajeng membuat mereka bertiga mengerutkan dahi mereka bingung karena ternyata ada Barra yang menatap mereka khawatir padahal ini masih jam 04:50 pagi, sedangkan Barra yang menyadari jika dirinya ditatap lekat oleh tiga orang dihadapannya tapi tak lama Barra menyuruh mereka bertiga untuk duduk dan bercerita tentang apa yang terjadi sana. "Jangan liatin aja mending sini kalian semua duduk dan ceritain ke gue apa yang terjadi disana tadi? Oh iya gimana ceritanya lu bisa dibawa mereka Ajeng?" ujar Barra bingung. Jin Young, Jun Cheol dan Ajeng terdiam untuk beberapa menit lalu Jun Cheol mendekati Barra lalu tak lama Jun Cheol duduk dengan santai di hadapan Barra sedangkan Jin Young dan Ajeng akhirnya mengikuti Jun Cheol yang terlihat santai. Barra yang melihat tiga orang dihadapannya tak menjawab pertanyaannya membuat Barra tak mengerti kenapa mereka seperti ini dan dengan perasaan bingung Barra pun kembali bertanya, sementara Jun Cheol yang mendengar pertanyaan Barra membuatnya menjawabnya seadanya. "Lah kenapa kalian gak ada yang mau cerita? Apa ada yang terjadi disana?" tanya Barra bingung. "Mungkin Ajeng masih shock Barra, anda mau dengar ceritanya mulai darimana Barra? Apakah Bodyguard anda tidak melaporkan apapun ke anda?" tutur Jun Cheol datar. Sejenak mendengar ucapan Jun Cheol membuat suasana hening seketika lalu tak lama Barra pun menjawab ucapan Jun Cheol dengan nada yang terdengar kebingungan, melihat hal seperti ini membuat Ajeng dan Jin Young mengerutkan dahi mereka tanda mereka tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. "Bodyguard? Melapor? Gue kehilangan kontak sama bodyguard gue pas mereka ngejer Ajeng, lah lu ngomong apa sih Jun? Makanya gue dateng ke sini jam segini karena gue khawatir sama kalian yang nyusul Ajeng tanpa bodyguard gue," tanya Barra bingung. Sementara Jun Cheol merasa ada yang tidak beres disini membuatnya menarik kerah baju tidur Barra hingga membuat Jin Young dan Ajeng panik dan khawatir dengan apa yang terjadi saat ini dan Barra yang tak terima diperlakukan tiba-tiba seperti ini membuat Barra melepaskan tangan Jun Cheol yang masih menarik kerah bajunya dengan kuat. Namun Jun Cheol masih tak melepaskan tangannya dari kerah baju tidur Barra malah Jun Cheol menatapnya lekat lalu ia memarahi Barra untuk jangan bercanda karena mereka bertiga keluar dari pondok aneh itu berkat bantuan bodyguard Barra, sedangkan Barra yang dimarahi Jun Cheol membuatnya balik memarahi Jun Cheol karena ia merasa tak bercanda sejak tadi. "Bukan saya yang ngomong apaan! Tapi anda yang jangan bercanda seperti ini Barra, jelas-jelas kami keluar dari tempat aneh itu karena bodyguard anda! Hilang kontak apanya Barra? Kita kerja loh Barra?! Anda bisa seriuskan!" omel Jun Cheol kesal. "Gue serius Jun Cheol!! Gue kehilangan kontak bodyguard gue setelah gue kirim ke kalian lokasi pengejaran Ajeng! Hah? Kalian keluar dibantuin bodyguard gue? Azka!! Hubungi gruger kenapa mereka gak hubungi gue setelah dari sana?!" murka Barra kesal. Mendengar namanya dipanggil membuat Azka segera melakukan apa yang di perintahkan pada dirinya, sedangkan Jun Cheol dan Barra masih saja menatap kesal hingga Jin Young memilih untuk menenangkan diri mereka karena tak baik berselisih seperti ini. "Jun tenang! Barra tenang! Kalian gak akan dapet solusinya kalo marah-marah gini! Semuanya bisa selesai kalo kalian bicarakan dengan tenang," ucap Jin Young menenangkan. Tak lama Barra dan Jun Cheol yang mulai mengerti dengan apa telah yang diucapkan Jin Young hingga membuat Barra dan Jun Cheol kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, lalu Azka datang menghampiri mereka dengan menjelaskan apa yang ia dapatkan dari gruger. "Gruger bilang bahwa mereka memang sempat kehilangan kontak dengan kita saat mengejar mobil yang membawa Ajeng tadi tapi tak lama mereka sampai di sebuah pondok dan bertemu dengan Jun Cheol dan Jin Young," tutur Azka menjelaskan. Mendengar penjelasan Azka membuat Jun Cheol menghembuskan nafasnya lega, Awalnya Jun Cheol sempat berpikir jika Barra terlibat dalam hal aneh ini karena tadi Barra sempat terlihat mencurigakan dengan mengatakan hal yang tidak logis menurutnya. Namun setelah mendengar penjelasan Azka akhirnya Jun Cheol paham jika apa yang terjadi saat ini hanya kesalahpahaman saja dan mereka bertiga bisa melanjutkan obrolan yang sempat terhenti tadi, di saat mereka berdua sibuk membahas apa yang terjadi tak lama ponsel Barra berbunyi tanda ada panggilan masuk ke ponselnya. "Saya minta maaf atas apa yang saya lakukan tadi ya Barra, saya hanya merasa ada yang tidak beres jadi saya tidak bisa mengendalikan emosi saya! Maaf ya, jadi ini sampai mana? Kita mau bahas apa lagi?" tanya Jun Cheol serius "Gue juga minta maaf Jun Cheol! Gue gak nyari informasi lagi malah langsung nanya aja sampe bikin miss-komunikasi gitu, sorry ya ... ini bahas gimana kalian di sana? Gimana ceritanya lu bisa di culik Ajeng? Lu gak kunci pintu?" tanya Barra serius. "Ih apaan Bar! Mana ada ya ...," sahut Ajeng terhenti. "Bentar-bentar gue ada panggilan masuk ! Gue jawab dulu ya," ujar Barra lembut. |Bersambung|
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN