Barra tidak bermaksud membuat Jun Cheol menjadi hilang kendali seperti ini, hanya saja saat ini yang bisa Barra percaya pada Jun Cheol dan Jin Young jadi ia menghubungi Jun Cheol. Tapi sepertinya keputusannya membuat seseorang terluka bahkan bisa membuat Jun Cheol dalam bahaya karena Bodyguard Barra menyusul Ajeng sedangkan cafe itu kosong.
Tak ingin hal buruk terjadi pada Jun Cheol membuat Barra menghubungi Jin Young sesegera mungkin agar Jin Young bisa melindungi Jun Cheol jika sesuatu terjadi pada Jun Cheol, awalnya teleponnya tidak di jawab oleh Jin Young hingga telepon ke empat suara Jin Young terdengar.
"Hm? Ada apa Barra?" ucap Jin Young setengah sadar.
"Jin Young!! Jun Cheol berlari keluar apartemen gara-gara gue kabarin kalo Ajeng dibawa orang dan dia ngecek ke sana," ujar Barra panik.
"Hah? Yang bener! Bentar saya cek dulu," sahut Jin Young ikut panik.
"Gue denger dia lari ke jalan Jin Young!! Buruan kejar dia! Gue khawatir di cafe Ajeng masih ada orang jahat disana karena bodyguard gue semuanya nyusul Ajeng," tutur Barra semakin panik.
"Yang bener Barra? Loh iya dia gak ada, yaudah saya kejar dulu!" ucap Jin Young semakin panik.
"Iya tolong jaga Jun Cheol ya Jin Young," tutur Barra lembut.
Mendengar ucapan Barra membuat Jin Young menyahuti dengan gumaman lalu tanpa berlama-lama lagi Jin Young segera berjalan keluar untuk mengejar Jun Cheol dan tak lupa Jin Young membawa jaket milik Jun Cheol.
Sementara Jun Cheol sudah sampai di depan cafe Ajeng dengan nafas yang terengah-engah tapi meskipun begitu Jun Cheol tetap melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe Ajeng yang terasa hampa dan Jun Cheol merasa semua hal yang ia lalui beberapa waktu lalu seakan-akan berputar di kepala Jun Cheol saat ini.
Rasanya Jun Cheol masih tak bisa mempercayai apa yang terjadi saat ini dan disaat Jun Cheol terdiam menatap ruangan kosong, lalu tak lama Jin Young datang dengan menatap Jun Cheol yang terlihat sedih dan wajah dinginnya perlahan berubah dipenuhi oleh genangan air mata yang menumpuk dimata teduhnya.
Jin Young yang tak ingin melihat Jun Cheol kembali hancur membuatnya mengusap-usap bahu Jun Cheol lembut agar menenangkannya tapi tak lama Jun Cheol mengucapkan apa yang ada di perasaannya saat ini dan Jin Young mendengarkan dengan serius.
"Semua ini mimpi kan Young-ah? Ini gak nyata, bukan? Ini bercandaan kan? Dia bilang dia bisa jaga dirinya sendiri kan? Dia gak mungkin dibawa orang lain kan?" lirih Jun Cheol sendu.
Jun Cheol yang tak mendengar sahutan dari Jin Young membuat tubuhnya seketika merasa lemas dan Jun Cheol jatuh terduduk ke lantai bersamaan dengan air mata yang menetes tanpa bisa ia tahan lagi, rasa sesak yang dulu pernah menyerangnya kini kembali datang membuat Jun Cheol terisak dalam diamnya.
Melihat Jun Cheol sehancur ini membuat Jin Young tak lagi bisa menahan air matanya yang ikut menumpuk di pelupuk matanya dan disaat Jin Young ingin menenangkan Jun Cheol tak lama Jun Cheol kembali mengatakan hal yang masih terpendam dalam hatinya.
"Jun Cheol tenanglah ...," ucap Jin Young terhenti.
"Kenapa harus dia yang diambil? Kenapa bukan saya yang harusnya diserang orang tak berotak itu! Puaskah mereka menyakiti orang lain dengan merengut kebahagiaan orang lain? Siapapun yang melakukan hal ini, akan saya pastikan orang itu harus membayarnya dengan membusuk di penjara! Berani-beraninya dia memanfaatkan kelemahan orang lain!" murka Jun Cheol marah.
Jin Young mendengar ucapan Jun Cheol yang terdengar serius membuatnya seketika merinding tapi saat ini dirinya perlu menenangkan Jun Cheol karena pasti pikiran dan perasaannya sedang berantakan, akan menjadi semakin buruk jika Jun Cheol bersikap gegabah.
"Kita akan menyelamatkan Ajeng Jun! Tenang Jun! Kita gak boleh gegabah ataupun bertindak sembarangan karena Ajeng bisa kena imbas atau bahayanya," ucap Jin Young menenangkan.
Mendengar hal ini membuat Jun Cheol terdiam sejenak dan ia pun setuju dengan apa yang Jin Young katakan barusan, lalu tak lama ponsel Jin Young berdering membuatnya mengangkat panggilan tersebut sementara Jun Cheol berusaha mencari hal yang mungkin tertinggal disini.
"Halo? Ada apa Barra? Udah ketemu Ajeng dimana?" ujar Jin Young khawatir.
"Jun Cheol gimana? Dia gak apa-apa? Hm bodyguard gue masih ngikutin mobil yang ngebawa Ajeng kok aman tapi Jun Cheol keadaannya gimana?" ucap Barra lembut.
"Dia sedih, gak terima dan yah wajarlah dia sedang berusaha menguatkan dirinya mencari jalan terbaik untuk menyelamatkan Ajeng! Gimana kalo bodyguard anda suruh kirim lokasinya biar anda bisa kirim bantuan terus saya dan Jun Cheol menyusul ke sana," tutur Jin Young serius.
"Tolong sampein rasa sedih gue ke dia ya Jin Young! Kita semua pasti bakal ngelakuin hal yang terbaik demi kesalamatan Ajeng ... oke gue sampein ke bodyguard gue," ujar Barra lembut.
"Iya Barra, saya mengerti kok ... oke di tunggu secepatnya ya Barra!" ucap Jin Young lembut.
"Iya Jin Young nih gue kirim sekarang lokasi mereka yang terus bergerak," ujar Barra serius.
"Oke thanks you Barra, saya tutup teleponnya ya?" ucap Jin Young lega.
"Iya sama-sama ... tutup aja silahkan," sahut Barra santai.
Setelah panggilan telepon dimatikan membuat Jin Young bergegas menghampiri Jun Cheol yang sedang menunduk dan memperhatikan sesuatu, melihat hal ini membuat Jin Young diam sejenak dan tak lama mereka berdua pun mengobrol dengan perasaan yang kalut.
"Anda ngapain Jun? Loh itu apa yang anda pegang?" tanya Jin Young bingung.
"Entah sengaja ditinggalkan disini atau tak sengaja terjatuh disini," sahut Jun Cheol datar.
"Memang itu apa? Kertas? Surat lagi? Atau ancaman lagi?" tanya Jin Young khawatir.
Jun Cheol tak menjawab ucapan Jin Young karena ia sibuk membaca apa yang tertulis disana dan setelah membaca kertas aneh itu membuat Jun Cheol menggeram marah, sedangkan Jin Young pun membaca apa yang tertulis disana karena ia penasaran dengan apa yang tertulis di sana hingga membuat Jun Cheol semarah ini dan ternyata kertas itu seakan-akan meledek Jun Cheol yang tak bisa melindungi Ajeng.
~ Kertas Aneh Yang di Temukan Jun Cheol ~
Kesombonganmu mungkin tak dapat saya kalahkan pak detektif! Tetapi kesombonganmu yang membuat gadis itu dalam bahaya sekarang, masih bisa sombongkah anda? Apa yang bisa anda sombongkan disaat anda sendiri tidak becus untuk melindungi gadis itu.
Anda kalah hanya dengan satu kali pukulan pak detektif! Masih berani melanjutkan kasus ini? Jika masih, besok anda akan menerima paket potongan jari atau mungkin kakinya! Saya masih berbaik hati mengingatkan anda pak detektif! Jadi saya liat bagaimana keputusan anda saat ini.
Anda tidak perlu mengabari saya cukup anda kembali ke negara asal anda maka gadis itu akan hidup dengan aman disini, bagaimana pak detektif yang terhormat?
~ Tertanda pria yang disebut pria paruh baya ~
Melihat hal ini membuat Jin Young dan Jun Cheol saling menatap dengan perasaan yang kesal, lalu tak lama ponsel Jin Young berbunyi tanda ada pesan masuk. Ternyata pesan itu dari Barra yang mengirimkan lokasi bodyguardnya yang mengejar Ajeng, setelah membaca pesan tersebut Jun Cheol dan Jin Young bergegas menyusulnya dengan taxi yang lewat di depan cafe Ajeng.
Selama di perjalanan Jun Cheol terus mengepalkan tangannya kesal dan Jin Young memahami alasan Jun Cheol berusaha keras mengendalikan emosinya saat ini tapi saat Jin Young melirik kaki Jun Cheol yang tak beralaskan kaki membuatnya menatap iba, lalu Jin Young memberikan sendalnya untuk Jun Cheol.
"Lain kali jika anda ingin pergi jangan lupa pakai jaket dan alas kaki Jun Cheol, nah ini pakai sendal saya Jun!" ujar Jin Young lembut.
Jun Cheol menerima jaket miliknya yang diberikan Jin Young tapi ia menolak sendal Jin Young karena memang Jun Cheol menyadari kesalahannya yang terburu-buru pergi seperti tadi jadi Jin Young tak perlu memberikan sendalnya karena itu milik Jin Young.
"Terima kasih untuk jaketnya Young-ah tapi anda tidak perlu memberikan sendal anda, saya akui saya memang salah karena pergi dengan terburu-buru! Tak apa Young-ah! Jangan khawatirkan saya karena saya baik-baik saja kok," tutur Jun Cheol lembut.
Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Jin Young membantah hal yang dipikirkan Jun Cheol saat ini tapi dengan tegas Jun Cheol tetap menolaknya dan tak lama pemandangan berubah seketika, yang awalnya kanan kiri adalah kota yang ramai kini taxi membawa mereka ke hutan yang cukup rimbun dan terasa mencekam.
"Anda bicara apa Jun? Anda tidak salah, anda pergi dengan terburu-buru karena anda merasa khawatir dan itu wajar Jun! Pokoknya anda harus pakai sendal saya," sahut Jin Young kesal.
"Saya bicara kenyataan Jin Young-ah! Jika saya lebih tenang dalam berpikir mungkin saat ini saya memakai alas kaki, anda pakai saja atau mau saya buang?!" ujar Jun Cheol tegas.
Melihat tempat seperti ini membuat supir taxi itu mempertanyakan tujuan Jun Cheol dan Jin Young, lalu supir taxi itu pun tak masalah meminjamkan sendal cadangannya untuk melindungi Jun Cheol yang tak beralaskan kaki.
"Mas-mas ini mau ke mana? Kenapa kita lewat hutan ya mas? Sudah jangan berdebat lagi mas, saya punya sendal cadangan walaupun tidak terlalu bagus tapi setidaknya bisa melindungi kaki mas agar tidak terluka ketika berjalan," tutur supir taxi itu ramah.
Jin Young yang mendengar bantuan seperti ini membuat Jin Young merasa senang dan tak lupa ia berterima kasih begitupun juga dengan Jun Cheol yang menyampaikan rasa terima kasihnya dan mereka berdua pun menjelaskan apa yang terjadi pada mereka untuk menjawab pertanyaan supir taxi itu yang terlihat kebingungan dengan tempat ini.
"Ya ampun bapak baik banget, makasih ya pak! Terima kasih sekali bapak mau menolong kami yang seperti ini," ucap Jin Young senang.
"Benar ... terima kasih ya pak, sudah mau membantu kami berdua!" ujar Jun Cheol senang.
"Ah bukan apa-apa kok mas ... kalian hendak berkunjung ke mana?" tanya supir taxi itu bingung.
"Jadi kami tuh lagi ngejar orang yang ngebawa teman kami dengan paksa pak! Kami juga tidak tau ini dimana, nanti bapak tunggu kami agar antar kami pulang ya pak!" tutur Jin Young lembut.
"Kasarnya teman kami sedang diculik pak kami mencoba menolongnya," ucap Jun Cheol sedih.
Sejenak supir taxi itu terdiam beberapa menit untuk menimbang-nimbang apakah ucapan dua orang pemuda dihadapannya benar atau berbohong tapi mendengar ucapan mereka berdua yang terdengar serius membuat supir taxi itu memilih membantu Jun Cheol dan Jin Young.
"Baiklah nanti saya tunggu kalian untuk diantar pulang tetapi apakah kalian aman pergi berdua saja sedangkan bisa saja musuhnya disana banyak?" tanya supir taxi itu khawatir.
Mendengar pertanyaan supir taxi itu membuat Jun Cheol dan Jin Young malah berdebat hebat karena apa yang mereka pikirkan tak sama, melihat hal ini membuat Jun Cheol mengatakan hal yang selalu membuat Jin Young luluh dan menyerah.
"Nanti saya dan teman saya akan membagi tugas pak untuk menyelamatkan teman kami lalu setelahnya kami akan masuk ke taxi bapak biar kami bertiga pulang," ujar Jin Young serius.
"Lebih tepatnya saya masuk sendiri ke sana lalu dia akan memantau dari sini bersama bapak, saya janji tak akan lama lalu setelahnya kita semua bisa pulang," ucap Jun Cheol datar.
"Apaan sih Jun Cheol! Gak ada ceritanya anda masuk sendirian ke sana, anda gak denger bapak bilang apa tadi Jun? Kita berdua aja bahaya apalagi anda sendirian? Anda gak boleh sendirian! pokoknya kita berdua ke sana! Gak usah ngebantah!" omel Jin Young khawatir.
"Kalo kita berdua itu makin bahaya dan gak ada yang ngelindungin si bapak kalo orang jahat itu keluar Young-ah! Dan akan lebih baik ketika anda mantau dari luar kalian berdua bisa sembunyi ke tempat yang aman, anda inget apa yang pernah saya bilang ketika anda ikut bekerja dengan saya? Saya rela ngelindungin anda lebih dari nyawa saya sendiri jadi kalo hal terburuk terjadi di dalam saya suruh Ajeng lari ke anda dan saya akan menahan mereka disini! Saya tidak masalah jika saya harus gugur demi melindungi kalian," tutur Jun Cheol tegas.
Sejenak Jin Young terdiam mendengar ucapan Jun Cheol yang memang benar adanya, karena di sini tidak hanya ada mereka tapi supir taxi dihadapan mereka begitu baik dan akan menjadi masalah jika ia terluka karena pasti ia memiliki keluarga juga.
Jin Young yang merasa tak ada pilihan lain selain mengikuti ucapan Jun Cheol ia pun mengalah dan membiarkan Jun Cheol masuk sendirian, walaupun sebenarnya hati Jin Young tak ingin hal seperti ini terjadi tapi mereka tidak bisa membiarkan orang lain yang tak bersalah terlibat disini.
"Baiklah Jun Cheol! Baik, saya akan melindungi bapak supir taxi dan anda bisa masuk sendirian tapi tolong Jun! Tolong kembali dengan selamat! Tolong jangan biarkan diri anda gugur di sana Jun Cheol! Kita berdua datang ke Indonesia dengan selamat dan ketika pulang nanti anda dan saya harus tetap selamat Jun, anda mengertikan maskud saya?" ucap Jin Young sedih.
|Bersambung|