Jun Cheol yang mendengar ucapan Barra membuatnya sejenak terdiam karena mungkin dirinya hanya terlalu takut akan hal yang dulu terjadi, nantinya malah terjadi kembali dan membuat Jun Cheol merasakan hal yang selalu ia hindari selama ini.
Sementara Barra dan Jin Young yang melihat Jun Cheol menunduk lesu membuat mereka berdua menepuk-nepuk bahu Jun Cheol lembut agar menenangkan perasaan Jun Cheol yang pasti terluka dan bingung dengan apa yang terjadi saat ini.
Setelah merasa lebih baik Jun Cheol menarik nafasnya dalam lalu ia mencoba tersenyum agar menenangkan Barra dan Jin Young yang terlihat khawatir dengan dirinya tapi kedua orang ini tau Jun Cheol masih merasa terluka dan bingung hal yang bisa saja terjadi.
Jin Young ikut merasa sedih dengan apa yang pernah terjadi pada Jun Cheol dulu membuatnya memilih untuk berpamitan dengan Barra, karena Jin Young tau saat ini Jun Cheol perlu waktu untuk menenangkan luka lama yang tak pernah mau ia bahas dengan siapapun selama ini.
"Saya paham maksud anda Barra tapi disini kalian belum paham separah apa hal yang tak ingin Jun Cheol lihat lagi jadi untuk sekarang kami berdua pamit pulang untuk menenangkan pikiran kami masing-masing! Permisi," tutur Jin Young dingin.
Mendengar ucapan Jin Young membuat Barra merasa tak enak hati karena mungkin ucapannya tadi seakan membela Ajeng, hanya saja Barra tak ingin membuat Ajeng tak nyaman dengan apa yang Barra putuskan karena bagaimanapun juga Ajeng adalah sahabatnya sejak kecil.
Namun Barra juga tak bisa membiarkan Ajeng bersikap seperti tadi, hingga dengan tegas Barra berjalan menghampiri kamar Ajeng dan ia mengetuk-ngetuk pintu kamar Ajeng untuk berbicara kembali perihal sikapnya yang seperti ini.
"Ajeng! Keluar dari kamar sekarang karena ada yang perlu gue omongin!" panggil Barra tegas.
Sementara Ajeng yang masih kesal dengan ucapan Jun Cheol tadi membuatnya menolak untuk keluar kamar karena ia ingin sendiri saat ini, mendengar ucapan Ajeng membuat Barra marah hingga memarahinya tanpa sadar.
"Apaan sih Barra! Lu mau ngatur-ngatur gue juga kayak sekop hah!! Udahlah gak ada yang perlu diomongin lagi! Gue mau sendirian sekarang," omel Ajeng masih kesal.
"Lu gak seharusnya kayak gini Ajeng lu keterlaluan kalo pergi gitu aja padahal maksud Jun Cheol tuh dia khawatirin lu!! Keluar cepet gue perlu ngasih tau lu kalo apa yang lu lakuin kali ini tuh salah Ajeng, lu gak boleh nolak kebaikan orang!" murka Barra semakin marah.
Ajeng yang masih marah membuatnya meluapkan apa yang ia rasakan sejak tadi dan apa yang tidak Barra pahami tentang ucapannya, dirinya tau tak seharusnya Ajeng bersikap seperti itu tapi Ajeng tak suka bila dirinya dianggap sebagai orang dari masa lalu Jun Cheol karena memikirkan hal seperti itu saja membuat hati Ajeng terasa panas dan ia benci akan hal itu.
"Dia tuh gak khawatirin gue Barra! Dia tuh ngeliat gue sebagai tunangannya yang udah gak ada! Dia gak bener-bener khawatir tapi dia liat gue sebagai orang lain dan gue gak suka itu! Gue gak mau disamain sama orang yang gak ada Barra! Gue nolak kebaikan dia juga demi diri dia karena gue gak mau selamanya dia liat gue sebagai tunangannya dulu," ucap Ajeng semakin kesal.
Barra yang mendengar ucapan Ajeng membuatnya menghembuskan nafasnya gusar, lalu tak lama Barra menyandarkan punggungnya ke pintu Ajeng. Bukan maksud dirinya membela Jun Cheol ataupun membela Ajeng dengan mengucapan hal seperti ini, hanya saja Barra ingin kedua orang ini tak salah paham dengan pikiran mereka masing-masing.
"Dia khawatir sama lu Ajeng! Dia bener-bener khawatirin lu ... kenapa gue ngomong gini ya karena gue liat sendiri dari mata dia yang emang gak mau diri lu terlibat dalam pekerjaannya yang bahaya ini! Ayah gue mati karena keegoisan orang serakah di sekitar ayah dan Jun Cheol takut orang yang sama bakal datang buat ngambil lu dari kita semua, Jun Cheol cuma gak mau kalo hal kayak gitu terjadi ke lu makanya dia maksa lu buat terima bodyguard gue! Cuma itu aja kok yang dia mau gak lebih Ajeng! Toh semua ini demi kebaikan buat lu," tutur Barra sendu.
Sejenak Barra tak mendengar sahutan Ajeng tapi tak lama suara Ajeng pun terdengar dan Barra seakan kehilangan kata-katanya saat mendengar ucapan Ajeng yang mungkin saat ini gadis itu masih ingin sendirian merenungkan apa yang terjadi hari ini.
"Gue bisa jaga diri gue sendiri! Gue tau apa yang bisa gue lakuin Bar!! Kenapa sih kalian harus kayak gini padahal kalian gak tau rasanya jadi gue! Udah lu pulang aja Barra gue mau sendirian sekarang," sahut Ajeng dingin.
Mendengar hal ini membuat Barra menundukkan kepalanya lesu lalu tak lama Barra berusaha menyadarkan Ajeng bahwa apa yang dipikirannya belum tentu benar dan apa yang Jun Cheol khawatirkan bisa saja sendiri, sedangkan Ajeng yang mendengar ucapan Barra membuat Ajeng terdiam sejenak dan saat Ajeng beranikan membuka pintu kamarnya Barra sudah pergi.
"Jun Cheol percaya sama lu Ajeng tapi lu yang gak percaya sama perasaan dia! Dia emang gak ngomong soal gimana perasaannya ke lu tapi cara dia memperlakukan lu itu nunjukkin kalo lu itu hal yang pengen selalu dia lindungin! Tapi apa? Lu malah gini, asal lu tau aja Ajeng hal yang mungkin lu pikirin itu bisa salah dan hal yang Jun Cheol khawatirin bisa kejadian! Terus kalo hal itu terjadi lu mau minta tolong ke siapa kalo lu aja gak nurut sama Jun Cheol, kayaknya lu bakal sadar pas lu rasain sendiri gimana rasanya dalam bahaya Ajeng!" murka Barra semakin marah.
Setelah kepergian Barra membuat Ajeng merasa sudut hatinya merasa sedih dan marah di saat yang bersamaan, hingga dengan enggan Ajeng naik ke atas tempat tidurnya sambil bergumam-gumam tentang apa yang menganggu pikirannya dan cukup mengganjal dihatinya saat ini.
"Emang gue salah kalo gue gak mau dipandang sebagai orang yang udah gak ada? Gimana gue bisa percaya perasaan dia ke gue itu gimana orang dia juga gak ngomong apa-apa ke gue! Gak ada omongan kita ini apa selama ini! Jelaslah gue gak ngerti isi hati dia gimana ke gue! Bahkan dia terkesan datar kan ke gue? Ih barra apaan sih ngomong gitu," gumam Ajeng masih kesal.
Disaat Ajeng sibuk dengan pikirannya, Jun Cheol dan Jin Young sudah sampai di apartemen tapi wajah Jun Cheol masih terlihat datar dengan sorot mata yang tak biasa. Melihat Jun Cheol yang seperti ini membuat Jin Young ingin menenangkannya, sedangkan Jun Cheol yang butuh mandi agar mendinginkan kepalanya membuat Jun Cheol berjalan memasuk ke kamar mandi.
"Jun! Jun Cheol ...," panggil Jin Young terhenti.
Jun Cheol tau dirinya ditatap lekat oleh Jin Young yang khawatir tapi saat ini Jun Cheol tak ingin diganggu siapapun, ia ingin menenangkan hatinya sendirian.
Untuk itulah dia memilih masuk ke kamar mandi hanya agar Jin Young tak bertanya ataupun membahas perasaannya saat ini, Jin Young yang mengerti maksud Jun Cheol membuatnya menjauhi kamar Jun Cheol dan memilih untuk membersihkan dirinya di kamar mandi lain.
Setelah selesai mandi, Jun Cheol terdiam memandang pemandangan langit dari jendela kamar nya terasa hening. Dalam diamnya Jun Cheol menatap sendu langit yang terlihat gelap seperti perasaannya saat ini, hati Jun Cheol menggelap karena ia merasa khawatir dengan hal yang ia takutkan terjadi meskipun ia sendiri tak tau separah apa nantinya.
Tak lama Jin Young yang juga telah selesai mandi tak sengaja lewat depan kamar Jun Cheol yang pintunya terbuka membuatnya berjalan menghampiri Jun Cheol yang terlihat berulang kali menghembuskan nafasnya lelah.
Mendengar ucapan Jin Young membuat Jun Cheol menolehkan pandangannya sejenak hingga mereka berdua mengobrol santai dengan perasaan sedih yang terlihat dengan cukup jelas di antara Jin Young dan Jun Cheol yang terlihat dingin.
"Are you ok Jun? Jika dengan sendiri seperti ini menyiksa anda lebih baik jangan anda lakukan dan berbagilah dengan saya agar perasaan anda membaik," ujar Jin Young lembut.
"Menurut anda? Sejujurnya saya masih tidak sanggup untuk mengatakan hal yang tak ingin saya ingat Young-ah! Salahkah saya yang mengkhawatirkannya, apa yang saya harus bagi jika saya sendiri saja tak mengerti dengan apa yang diri saya mau?" lirih Jun Cheol sendu.
"Not good, right? Saya tau Jun, hari dimana anda kehilangannya saat itu saya juga melihatnya di samping anda jadi saya tau anda tidak mudah menerima hal yang semuanya terlihat baik-baik saja lalu dalam sekejap semuanya sirna, jelas hal itu menyakitkan untuk anda Jun! Saya paham hanya saja mungkin cara penyampaian niat baik anda kurang tepat dan tak tersampaikan cukup baik tadi? Jika ditanya salah atau tidak, anda juga perlu bertanya tentang sudut pandang Ajeng juga Jun! Kalian perlu untuk saling mengerti dan memahami," tutur Jin Young lembut.
Sejenak mendengar penjelasan Jin Young membuat Jun Cheol menundukkan kepalanya sedih, mungkin Jin Young benar! Dirinya terlalu memaksakan ucapannya tanpa memikirkan rasanya menjadi Ajeng saat itu.
Rasa takutnya terlalu menelan Jun Cheol bulat-bulat hingga membuat Jun Cheol lupa karena bisa saja perasaan Ajeng terluka tanpa Jun Cheol sadari, disaat Jun Cheol tenggelam dengan apa yang Jin Young katakan.
Tak lama Jin Young pun mencoba kembali menenangkan Jun Cheol dan membuat temannya merasa perasaannya menjadi lebih baik lagi saat ini dan tak seharusnya Jun Cheol melamun atau menyalahkan dirinya sendiri seperti saat ini.
"Kalian lagi kebawa perasaan masing-masing aja Jun, coba kita tunggu perasaan Ajeng tenang biar anda bisa menyampaikan niat baik anda dengan lebih baik lagi ... gimana Jun? Anda paham kan maksud ucapan saya?" ujar Jin Young menenangkan.
Setelah mendengar ucapan Jin Young yang memang benar adanya, sejenak Jun Cheol merasa hatinya cukup membaik sekarang dan ia pun mengingatkan Jin Young untuk pergi tidur karena hari sudah semakin larut bahkan hampir tengah malam.
"Anda benar Young-ah! Terima kasih karena sudah menenangkan saya, saya sudah lebih tenang sekarang dan sebaiknya anda dan saya pergi tidur karena hari sudah semakin malam bahkan liat jam pun hampir menunjukkan pukul tengah malam," tutur Jun Cheol lembut.
Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Jin Young mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti dan tak lama mereka berdua mulai tidur dalam kamar masing-masing, sayangnya disaat semua orang tenggelam dalam alam tidur mereka masing-masing.
Jun Cheol justru terganggu dengan mimpinya yang terlihat cukup menakutkan karena Jun Cheol melihat mendiang tunangannga membawa Ajeng pergi dari hadapannya dan Jun Cheol tak bisa menghentikan mereka berdua yang berjalan semakin jauh.
Merasa tak kuat dengan apa yang Jun Cheol lihat membuatnya terbangun dari tidurnya dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya, hatinya berdegup dengan cukup cepat perasaannya merasa ada yang tidak beres di tempat Ajeng tapi entah mengapa Jun Cheol semakin takut hal yang tak ingin Jun Cheol lihat justru terjadi tapi Jun Cheol mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Hingga menit berganti menit Jun Cheol masih belum bisa kembali tertidur karena rasanya ada yang mengganjal dihati Jun Cheol tapi ia tak tahu apa itu, disaat Jun Cheol menatap langit-langit kamarnya kosong sedangkan Ajeng terbangun karena suara aneh di lantai bawah cafe miliknya.
Dengan perasaan takut dan bingung membuat Ajeng memberanikan dirinya keluar dari kamar miliknya, walaupun sebenarnya ia teringat ucapan Jun Cheol untuk lebih berhati-hati tapi entah mengapa rasa penasarannya lebih tinggi bahkan kini Ajeng sudah menuruni tangga dengan hati-hati dan Ajeng tak melihat siapapun disini.
Setelah melihat sekeliling Ajeng hendak kembali naik kekamarnya tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap dan Ajeng merasa tubuhnya tak bisa ia gerakkan, sedangkan Jun Cheol yang perlahan-lahan mulai bisa tertidur tak lama ia mendengar suara ponselnya berdering dan tertera nama Barra disana membuat Jun Cheol mengerutkan dahinya bingung.
Dan dengan rasa ngantuk dan nyawanya yang belum terkumpul Jun Cheol menjawab ponselnya lalu tak lama Jun Cheol merasa sekujur tubuhnya disiram dengan air dingin, karena hal yang ditakutkannya terjadi dan Jun Cheol seakan-akan kehilangan suaranya untuk menyahuti ucapan Barra yang mengabarinya saat ini.
"Jun Cheol! Gue dapet kabar dari bodyguard gue yang jaga di sekitar sana kalo dia liat Ajeng di bawa pergi sekumpulan orang ke mobil tapi gue gak tau dia di bawa ke mana Jun Cheol dan plat nomer mobil itu sengaja ditutupin tapi sekarang Bodyguard gue lagi ngikutin kok! Lu tenang ya pasti Ajeng baik-baik aja di manapun dia saat ini," tutur Barra menenangkannya.
"...,"
Setelah mendengar ucapan Barra membuat Jun Cheol berdiri dari tempat tidurnya dan tanpa berlama-lama lagi Jun Cheol keluar apartemennya meskipun sekarang masih jam 03:50 dini hari, Jun Cheol tak perduli! Dirinya tak perduli keluar apartemen tanpa jaket ataupun hanya memakai piyama tidurnya karena ia tak memikirkan dirinya sendiri.
Saat ini yang ada di pikirannya hanya bagaimana Ajeng saat ini? Apakah apa yang Barra katakan benar terjadi? Berbagai pikiran buruk berputar-putar dikepala Jun Cheol hingga tanpa sadar Jun berlari dengan menggenggam ponselnya yang masih tersambung dengan Barra yang sejak tadi memanggil-manggil namanya.
|Bersambung|