*** Mendengar Selia begitu memuji Bunda Nay, membuat Bela bagai kebakaran jenggot. Ia sangat tidak suka mendengarnya. Apapun yang terjadi Bela akan menghalangi Bunda Nay ini makan malam di rumah Lintang. Bela tak akan pernah membiarkan perempuan manapun merusak rencananya untuk memiliki Lintang. “Papa gimana? Bunda boleh kan makan malam di rumah kita?” Bela yang sejak tadi bagai kebakaran jenggot pun semakin kesal karena pertanyaan Akira. Ia melirik Lintang, mengawasi apakah Lintang akan mengiyakan atau tidak. “Akira … ” Karena tak sabar mendengar jawaban Lintang, Bela akhirnya membuka mulutnya. Ia sedikit takut Lintang akan mengizinkan si Bunda Nay ini makan malam bersama Akira. Bela tak ingin menerima resiko ia dicampakan karena perempuan lain. Bela mendekati Akira. Kini wajah

