*** Akira semangat sekali meminta supir pribadinya berhenti tepat di depan gedung pencakar langit miliki papanya, Lintang Kanagara. Gadis kecil yang telah kembali ceria tersebut berlari keluar dari dalam mobil, meninggalkan Selia yang terus saja memanggil namanya. “Non, jangan lari-lari. Nanti Non kecapean!” ujar Selia yang akhirnya berhasil menghentikan laju lari Akira. Ia ingat dirinya tak bisa berlari terlalu kencang, sebab fisiknya sangat lemah. “Ayo, Mbak!” ajaknya sembari menunggu pengasuh kesayangannya tersebut. Selia tersenyum lembut. Ia menerima uluran tangan Akira yang meminta digandeng olehnya. “Sabar dong, Non. Nanti kalau Non sakit, papanya non marahin Mbak lagi,” ucapnya. “Iya Kira minta maaf, Kira nggak sabar mau bilang ke Papa,” kekeh Akira kesenangan. Ia yakin sek

