Nada menatap lurus ke sana. Pada jarak dua meja kosong dari tempat mereka duduk, pada meja yang berada tak jauh dari ambang pintu kafe, seorang laki-laki muda bangkit berdiri meninggalkan hidangan di mejanya. Cowok itu tak beda jauh dengan puluhan orang lain di seputar bandara saat itu. Dia mengenakan topi, jaket, dan celana jins. Sebuah tas ransel berukuran sedang menyandar di kaki kursi bekas tempat duduknya Cowok itu diam tak bergerak. Hanya berdiri saja, dengan muka sedikit menunduk. Dan tak ada yang secara khusus memperhatikannnya kecuali Nada dan Benu. Agak lama dia begitu, bahkan hingga melewati 30 detik. “D-dia mau apa...?” tanya Nada pelan. “Tasnya!” “Apa?” Nada spontan menoleh ke arah tas milik pemuda itu. “Bomnya pasti ada di sana!” “Bukan. Ini isinya baju sama celana

