Bom

1250 Kata

Kuduk Nada meremang saat memutar mata, seakan-akan seketika itu bisa berharap akan dapat menyaksikan sang terduga teroris tepat ketika memasang atau menaruh bomnya. “Sekarang ini...?” “Ya. Sialan! Aku ajak kamu ke sini cuman untuk orientasi medan, sambil makan siang. Dan berdasar visi Shifter-ku, kejadiannya baru nanti sekitar jam dua atau tiga. Kenapa dipercepat jadi sekarang? Kalau sampai ada apa-apa sama kamu, aku bakal kena marah ini!” “Memangnya kira-kira di mana sumber bomnya?” “Lantai ini, atau di atas,” Cathy melepas sesuatu dari pinggangnya. “Kalau bomnya high explosive, bagian atas mal bisa runtuh dan menimpa lantai-lantai di bawah.” Perhatian Nada malah tertuju ke arah tangan Cathy. “Itu... itu kan...?” “Ya. Indigo juga butuh senjata kalau diperlukan,” sahut Cathy. Perem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN