“Jadi bagaimana ini, bu? Haruskah kita memberitahu Mas Darius kalau Mbak Yasmin hamil?” tanya Desi setelah mereka sampai di rumah dan Asri sudah berbaring di atas tempat tidur. “Ibu juga berpikir seperti itu,” jawab Asri. “Tapi… apa kakakmu akan percaya kalau ada yang tidak beres dengan pernikahan mereka? Apalagi setelah kejadian pertengkaran itu.” “Kita coba saja, bu. Yang penting adalah kita sudah memberitahu. Soal bagaimana reaksi Mas Darius nanti, itu urusan belakangan. Niat kita kan menolong dia bukan sebaliknya.” Asri mengangguk. “Baiklah. Telponlah kakakmu itu sekarang.” Desy mengambil ponselnya dan menelpon Darius. “Halo?” terdengar sahutan di seberang. “mas, ibu sakit," ucap Desi. “Ya terus kenapa?” Darius menyela. “Kalau hanya sakit biasa kan tidak perlu minta uang pada m

