Yasmin menghela nafas berat melihat Edwin yang sedang menduga-duga. Bagaimana kalau tebakan Edwin benar? Apakah dia harus mengakuinya? "Jangan-jangan... TTM-mu itu adalah Tuan Paul," tebak Edwin sembari mengacungkan jari telunjuk ke arah Yasmin. Tapi sedetik kemudian wajah antusiasnya memudar. "Tapi kalau itu Tuan Paul, masak pakai sepeda motor. Rasanya tidak mungkin kalau Tuan Paul mau pakai sepeda motor. Lha, mobilnya saja banyak." Sebelum Edwin menebak lebih jauh, Yasmin memutuskan untuk menghindari temannya ini. Yasmin pun berdiri dari duduknya. "Aku mau ke toilet dulu." Tanpa menunggu respon Edwin dia melangkah meninggalkan dapur menuju toilet. “Jadi anda akan memindahkan Nona Yasmin ke kantor pusat?” tanya Rian dengan wajah tak percaya setelah mendengar keputusan Paul barusan. “

