Paul memberikan ponsel Yasmin pada Yasmin. “Nih.” Yasmin menerima ponsel tersebut dengan perasaan yakin kalau saat ini di rumah kontrakannya, Edwin sedang syok. Bagaimana tidak, barusan yang menjawab pertanyaannya adalah Paul. “Kamu itu dekat sekali ya sepertinya dengan office boy itu? Kamu suka pria miskin dan kurus seperti dia?” Yasmin menggeleng. “Tidak. Aku dekat dengannya karena dia teman kerjaku. Usianya juga di bawah aku. Aku menganggapnya hanya seorang adik kok.” “Mentang-mentang kamu anggap adik terus kalian bergandengan tangan?” “Dia yang menarik tanganku. Bukan kami yang bergandengan tangan.” “Dan kamu mau?” “Dia menarikku secara tiba-tiba. Aku sendiri tidak tau kalau dia akan menarik tanganku.” “Tapi kamu biarkan?” “Aku menarik tanganku untuk lepas dari pegangannya kok

