Dengan usaha yang kuat, akhirnya Erik bisa mendapatkan semua makanan pesanan Yasmin. Kini semua makanan itu terhidang di atas meja di ruangan presiden direktur. "Apakah kamu sanggup menghabiskan semua makanan ini?" Tanya Paul pada Yasmin. "Tentu saja tidak," jawab Yasmin dengan entengnya dan sembari menikmati soto betawinya. "Terus kenapa kamu memesan makanan sebanyak ini?" Tanya Paul lebih jauh. "Karena aku kesal sama kamu." Saking kesalnya pada Paul, dia tidak lagi merasa takut. "Dari pagi marah-marah saja. Kalau kamu merasa aku tidak pantas menjadi sekretaris, ya sudah, jangan jadikan aku sekretaris. Aku juga tidak mau kok jadi sekretaris. Membuat aku tertekan saja. Terus itu, Kalau kamu tidak suka Erik yang mengajariku, Kenapa tidak kamu sendiri yang mengajari aku? Dengan begitu k

