Paul mengernyitkan kening mendengar ucapan Yasmin. Rambut gondrong, tubuh kekar, dan pakai jaket kulit. Pasti orang yang ditakuti Yasmin ini dan dikira penjahat adalah bagian dari orang-orangnya yang bertugas mengawasi Yasmin selama 24 jam. Karena, tidak ada akan orang yang bisa masuk wilayah ini selain orang-orangnya dan tentu saja mereka berdua. Itu sudah diaturnya. Bahkan dia sudah membeli perumahan ini hanya demi menyembunyikan Yasmin. “Kok kamu diam saja sih, Paul?” Yasmin merengek pada Paul dengan panik. “Aku yakin itu tadi manusia! Aku yakin tidak salah lihat! Kalau hantu aku tidak takut tapi kalau manusia aku takut!” Greb. Yasmin memegang lengan Paul. “Ayo cepat kamu telpon satpam dan suruh periksa sekitaran sini.” Tak langsung menanggapi kepanikan Yasmin, Paul justru salfok deng

